2 Doa Khusus Malam Lailatul Qadar yang Diajarkan Nabi Muhammad Saw

UBINews Malam Lailatul Qadar merupakan momen yang sangat ditunggu oleh Muslim di seluruh dunia.

Peristiwa Lailatul Qadar, yakni malam yang terbaik daripada seribu bulan.

Dan siapapun yang beribadah dan berdoa di malam itu akan menerima limpahan rahmat.

Dikutip dari website nu.or.id Mayoritas para ulama dari Mazhab Syafi'i yakin bahwa malam Lailatul Qadar jatuh di antara 10 hari terakhir bulan Ramadhan menurut petunjuk hadits yang menyebutkan Nabi meningkatkan ibadahnya pada 10 malam itu.

Di sana, kita dihimbau agar meningkatkan shalawat pada malam Lailatul Qadar.

Berikut adalah dua versi doa untuk malam Lailatul Qadar yang diambil dari dua riwayat hadits tentang sayyidah Aisyah ra.

Kedua versi tersebut digunakan oleh umat di mesjid-mesjid yang ada di Indonesia.

1. Permulaan shalawat pada malam Lailatul Qadar sebagaimana yang diriwayatkannya dari Imam At-Tirmidzi.

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ  تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (‘annā jika dibaca berjamaah).

Artinya: Wahai Tuhan, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun dan Penyayang. Engkau pun senantiasa menginginkan pengampunan. Oleh sebab itu, ampunilah aku (ampuni kami).

Berikut adalah isi lengkap dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi:

Wahai Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Aku bertanya kepada Rasulullah SAW: Jika aku menemui malam Lailatul Qadar, apa yang harus kudoakan?" Beliau menjawab: "Kamu cukup berdoa dengan mengucapkan: Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan Maha Pemaaf, Engkau menyukai pengampunan. Oleh karena itu ampunilah diriku." Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi.

Artinya: Menurut sayyidah Aisyah radiallahu 'anha, dia berkisah bahwa suatu kali ia bertanya, "Ya Rasulallah, apabila saya menemukan malam Lailatul Qadar, apa sebaiknya permohonan yang harus saya ucapkan?"

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menanggapinya dengan mengatakan, " bacalah, 'Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Murah Hati yang menyukai pengampunan maka ampuni aku'." (Diriwayatkan oleh Al Tirmidzi)

2. Shalawat keduanya pada malam Lailatul Qadar menurut lima Imama hadits selain Imam Abu Dawud.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun dan suka mengampuni, maka ampunilah aku.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan engkau menyukai pengampunan, maka ampuni aku ('anku jika dibacakan bersama-sama).

Artinya: Wahai Tuhan, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun. Dan Engkau pun senang dengan pengampunan. Karenanya, ampuni aku (atau ampunilah kami).

Berikut ini merupakan keseluruhan isi dari hadits tersebut:

Wahai Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam: Jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus kukatakan di dalamnya?” Beliau bersabda: “Katakanlah: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni, maka ampunanilah diriku.” Hadits ini diriwayatkan oleh kelima imam ahli hadits kecuali Imam Abu Dawud, kemudian Al-Tirmidzi dan Al-Hakim membenarkan sanad dari riwayat tersebut.

Artinya: Katakanlah Sayyidah Aisyah radhiallahu 'anha, dia berkata bahwa suatu ketika beliau menanyakan kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasalam dengan pertanyaan berikut," Wahai Rasulallah, apakah pandangan Anda jika saya berhasil memahami bahwa salah satu malamnya adalah Lailatul Qadar? Apa sebaiknya do'a yang harus saya ucapkan?" Maka jawabannya pun datang dari mulut sang nabi, "Bacalah lafadz tersebut,'Allāhumma innaka afuwwun tuhibbull-'afwa fa'fuan'i" (diriwayatkan oleh kelima imam hadis selain Imam Abu Dawud. Hadis ini dinyatakan sahih oleh Imam At-Tirmidzi dan Al-Hakim)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims