7 Dampak Tidak Diinginkan dari Mengonsumsi Kurma Berlebihan

JAKARTA, UBINews Kelapa sawit merupakan pilihan populer untuk membuka puasa. Buah tersebut terkenal dengan rasanya yang manis dan memuaskan, sangat sesuai untuk dinikmati setelah melewati hari tanpa makan atau minum.

Buah dari pohon palem ini dapat dimakan secara langsung, namun biasanya melewati tahap pengeringan terlebih dulu. Karena kaya akan serat dan kalori, konsumsi kurma sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Namun, kedua hal tersebut dapat berbalik merugikan untuk tubuh apabila dikonsumsi secara berlebihan. Sebagaimana yang diambil dari situs web tersebut. Medicine Net Berikut adalah sejumlah dampak negatif dari mengonsumsi kurma dalam jumlah berlebihan.

1. Kenaikan berat badan

Kurma merupakan buah yang tinggi kalori, karbohidrat, dan serat. Pada 100 gram kurma atau 4 sampai 5 buah ukuran sedang, mengandung 375 kalori, 81 gram protein, 67 gram karbohidrat, dan 6,25 gram lemak.

Meskipun demikian, kurma menyertakan sekurangnya 140 kalori. Angka tersebut cukup tinggi untuk ukuranbuah berukuran kecil. Setiap harinya, wanita dianjurkan untuk memasukkan 2.000 kalori dalam asupan makanannya sementara pria sebanyak 2.500 kalori.

Memakan kurma dengan rutin dan dalam porsi besar bisa mengakibatkan akumulasi kalori. Bila hal ini diabaikan, maka akan menimbulkan kenaikan berat badan.

2. Intoleransi fruktosa

Efek samping makan kurma terlalu banyak selanjutnya adalah intoleransi fruktosa. Rasa manis pada kurma berasal dari fruktosa, karbohidrat sederhana yang juga disebut sebagai gula buah.

Sebagian orang bisa mengalami kesusahan dalam menyerap fruktosa, akibatnya gula tersebut hanya akan lewat melalui saluran pencernaan tanpa diolah. Akhirnya, fruktosa yang tidak terserap itu bereaksi dengan mikroorganisme alamiah di usus besar, menyebabkan timbulnya gas serta nyeri di perut.

3. Hyperkalemia

Efek samping kurma selanjutnya adalah potensi hyperkalemia , suatu kondisi saat kadar kalium dalam darah terlalu tinggi. Hal tersebut disebabkan kurma merupakan sumber kalium, mineral penting untuk mengontrol detak jantung, tekanan darah, dan menunjang kinerja saraf.

Meski tampak baik, kelebihan kadar kalium dalam darah dapat membawa beberapa masalah kesehatan serius. Salah satunya, aritmia atau gangguan irama jantung yang berpotensi membahayakan nyawa.

4. Ruam kulit

Kurma dalam bentuk kering berpotensi menyebabkan ruam atau bintik kemerahan pada kulit. Efek samping kurma ini dikarenakan tambahan sulfit untuk mengawetkan makanan sekaligus menghilangkan bakteri.

Di samping itu, ruam kulit akibat konsumsi kurma bisa jadi disebabkan oleh jamur yang melekat pada buah kering tersebut.

5. Serangan asma

Kurma bisa menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. Reaksi alergi terhadap buah ini mungkin mengakibatkan serangan asma yang membuat penderitanya merasakan kesulitan dalam bernafas.

Selain itu, senyawa sulfit dalam kurma kering bisa memicu kesulitan bernapas bagi orang yang menderita asma.

6. Masalah pencernaan

Kandungan serat dalam kurma memang bagus untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan, namun jika dikonsumsi sesuai porsi. Sementara jika dikonsumsi berlebihan, serat alami pada kurma ini justru memicu hadirnya masalah pencernaan.

Dalam 100 gram buah kurma mengandung 7.5 gram serat. Banyak ahli yang merekomendasikan kebutuhan serat harian orang dewasa sekitar 20 hingga 35 gram serat per harinya.

Sementara itu, satu porsi kurma menyumbang 7 hingga 13 persen kebutuhan serat yang dianjurkan. Apabila kurma dengan kandungan serat yang tinggi dimakan terlalu banyak maka akan hadir berbagai gangguan pencernaan seperti kembung, kram perut hingga sembelit.

Apalagi serat juga membantu memproduksi gas di dalam tubuh, sehingga membuat perut terasa tidak nyaman.

7. Diare

Tak hanya sembelit atau susah buang air besar. Ternyata konsumsi kurma terlalu banyak juga menyebabkan diare. Kandungan gula yang terlalu tinggi bisa memicu diare. Kondisi ini dapat terjadi karena sebagian rasa manis dari kurma berasal dari kandungan fruktosa, yaitu gula alami yang biasa terkandung pada buah dan sayuran.

Namun, tidak semua orang dapat mencerna fruktosa dengan baik. Gula yang masuk ke dalam tubuh kemudian melewati sistem pencernaan tidak dapat diserap dengan baik.

Akibatnya, perut akan mengalami kram dan memicu diare. Diare tersebut merupakan respons normal dari bakteri.

Berapa Batasan Aman Konsumsi Kurma?

Melansir laman Very Well Health Seseorang harus mengonsumsi maksimal 3 hingga 6 biji kurma atau setara dengan 100 gram per harinya. Ukuran porsionya ini akan membantu tubuh mendapat keuntungan dari khasiat kurma secara optimal.

Di samping itu, satu per empat cangkir kurma memiliki kandungan serat sebanyak 2,7 gram. Sementara itu, anjuran konsumsi serat bagi manusia adalah antara 20 sampai 35 gram setiap hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims