Air Dingin saat Buka Puasa: Amannya Apa Bahayanya?

UbiNews - Usai berpuasa sepanjang hari dan merasakan haus, air es ataupun minuman sejuk pasti terlihat sebagai pilihan segar untuk membuka puasa.

Apalagi jika disantap dengan gorengan tempe dan pisang yang hangat.

Tetapi, ada keraguan mengenai keselamatan konsumsi minuman yang sangat dingin ketika berbuka puasa.

Dilansir dari Kompas TV (16/04/2022) Menurut Praktisi Klinis dan Ahli Nutrisi, Rita Ramayulis, mengonsumsi minuman sejuk bisa memperlambat aktivitas lambung serta meningkatkan durasi penyesuaiannya terhadap temperatur badan.

Di samping itu, minuman sejuk dapat menyebabkan perut terkejut atau kaget sesudah beberapa jam tanpa asupan.

Perut bisa membuncit dan terasa kenyang akibat minum air yang sejuk.

Mengonsumsi air panas lebih disarankan pada waktu berbuka puasa.

Menurut informasi yang diambil dari situs web Kementerian Kesehatan pada tanggal 17 Mei 2019, disarankan untuk mengkonsumsi air putih suam-suam kuku saat buka puasa karena mempunyai sejumlah keuntungan.

Keuntungan dari meminum air panas pada waktu buka puasa antara lain dapat mendukung proses detoksifikasi dalam tubuh dengan cara yang natural, mereduce kemungkinan terkena masalah di perut akibat mengendalikan rasa lapar pasca berpuasa, meningkatkan aliran darah, serta mencegah iritasi di area tenggorokan.

Walaupun begitu, air hangat yang sesuai dengan suhu tubuh tetap lebih dianjurkan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Menurut laporan dari Unesa.ac.id, Dr. Rahmantio Adi, Sp.PD, seorang dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya, menyatakan bahwa sistem pencernaan menjadi lebih peka selama puasa dan kondisi dehidrasi terjadi pada tubuh.

Perubahan suhu yang tiba-tiba karena meminum air dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah sementara, menimbulkan kram perut, serta memperlambat pencernaan.

"Sederhananya itu tubuh harus diberikan cairan yang hangat atau bersuhu ruangan untuk berbuka agar proses pencernaan itu berjalan lebih optimal," ujarnya.

Ramhantio juga menyebut, kebiasaan minum es saat berbuka juga bisa memberikan efek negatif pada penderita maag atau GERD.

Air dingin juga dapat menyebabkan sakit kepala pada sebagian orang, terutama pada penderita migrain.

Mengonsumsi air dingin ketika berbuka masih memiliki keuntungan.

Walaupun kebiasaan yang direkomendasikan adalah meminum air hangat terlebih dahulu pada waktu berbuka puasa, namun penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi air dingin juga aman dilakukan selama berbuka puasa.

Menurut Akademi Kedokteran Olahraga dan Ilmu Kebugaran Amerika (AKOIKA) Air sejuk lebih pesat mengganti cairan badan yang terhilangkan semasa berpuasa kerana badan dapat meresapkan cecair bertemperatur sejuk dengan lebih baik.

Apabila hendak minum air dingin ketika buka puasa, lebih baik menunggu hingga sesudah meminum air hangat, mengkonsumsi cemilan sederhana layaknya kurma, dan kemudian baru menyantap hidangan utama.

Ini dilakukan agar pencernaan terbiasa dan mencegah respon tubuh yang "terkejut" ketika meminum air dingin dengan perut dalam keadaan kosong.

Air yang cukup dingin harus dibiarkan beberapa saat hingga mencapai suhu kamar jika masih sangat dingin supaya lebih aman bagi saluran cerna.

Di samping itu, minuman segar bertekstur seperti es buah serta es pisang ijo bisa membantu meremajakan tenaga Anda. Tetapi, disarankan untuk membatasi penggunaan gula dalam air dingin yang dikonsumsi agar tak memberikan dampak negatif pada keseimbangan glukosa di dalam darah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims