Ancaman Trump ke Putin: "Hancurkan Ekonomi Rusia Jika Tolak Gencatan Senjata"?

UbiNews - Donald Trump, sang presiden dari Amerika Serikat (AS), berjanji akan memporak-porandakan perekonomian Rusia bila Presiden Vladimir Putin tak bergubris terhadap perjanjian cease-fire dengan Ukraine.

"Saya bisa melaksanakan tindakan-tindakan yang berdampak negatif secara keuangan terhadap Rusia dan bahkan bisa merusaknya dengan parah," ujar Presiden AS Donald Trump, sebagaimana dilansir oleh The Telegraph.

"Tetapi, saya tak berkeinginan untuk melakukannya; saya ragu ini bakal terwujud. Karena tujuan utama saya adalah mencapai kedamaian," tambahnya.

Saat Zelensky Mengakui Keuntungan Miliar Dollar Amerika Serikat dari Industri Persenjataan dalam Konflik Rusia-Ukrainian

Ancaman itu disampaikan Trump kepada para jurnalis ketika sedang mengadakan konferensi pers di Ruang Oval pada hari Kamis, 13 Maret 2025.

Namun Trump menyatakan bahwa maksudnya tidaklah untuk memberikan hukuman kepada Moskow, tetapi justru untuk mempromosikan kedamaian di wilayah itu.

Trump menyuarakan kemungkinan adanya sanksi serta dampak serius terhadap Moskow setelah bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pertemuan di Jeddah, Arab Saudi, pada 11 Maret 2025.

Pada kesempatan itu, Ukraina telah menyetujui gencatan senjata berlangsung selama sebulan bersama Rusia mengacu pada proposal yang diajukan oleh Amerika Serikat (AS).

Akan tetapi Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menolak untuk menjelaskan secara spesifik keputusan Moskow.

Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin hingga sejauh ini belum memberikan tanggapan resmi terkait proposal gencatan senjata.

Kendati demikian Kepala Kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Andriy Yermak, menyatakan jika Rusia menerima usulan AS untuk gencatan senjata selama 30 hari, Kiev akan segera memulai persiapan menuju tahap penyelesaian berikutnya.

"Jika Rusia menerima, Kami siap tanpa jeda melakukan persiapan yang diperlukan dan bernegosiasi untuk tahap selanjutnya, karena tentu saja ini baru langkah awal," kata Yermak dalam konferensi pers di Jeddah

"Kami siap melakukan apa pun untuk mencapai perdamaian," imbuh Yermak.

Rusia Ajukan Syarat Gencatan Senjata

Dua informan anonim menyatakan bahwa Moskow sudah menyerahkan serangan permintaan kepada Washington guna merencanakan penandatanganan kesepakatan yang bertujuan untuk menghentikan konflik di Ukraine.

Beberapa kondisi yang dulu diusulkan oleh Russia termasuk tuntutan supaya Ukraina menolak ambisinya untuk menjadi anggota NATO secara definitif.

Rusia meminta pula agar Ukraina menghentikan penempatan tentara asing di tanah mereka.

Akhirnya, Rusia menyerukan agar komunitas internasional mengakui klaim Vladimir Putin terhadap Krimea serta empat wilayah di Ukraina.

Walaupun permintaan dari Rusia begitu ketat, masih belum jelas apakah Moskow siap berpartisipasi dalam negosiasi perdamaian dengan pemerintah Ukraina tanpa syarat-syarat tersebut sepenuhnya terpenuhi.

Trump Rayu Putin

Rencana agar percepatan dalam proses perundingan, Presiden AS Donald Trump menyebutkan bahwa beliau akan segera melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin guna mendiskusikan proposal cease-fire tersebut.

Dalam pernyataannya yang sah, Trump menyebutkan bahwa Jumat mendatang, yaitu tanggal 15 Maret, mereka akan mengirim wakilnya untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Putin di Moskow.

Rusia Buka Rahasia Rencana AS Menyingkirkan Zelensky dari Pemerintahan Ukraina Tahun Depan

Diskusi ini diadakan berharap bahwa Rusia akan menerima tawaran cease-fire selama 30 hari bersama Ukraina.

"Kini kami perlu menghubungi Rusia dan semoga Presiden Putin juga akan mendukungnya. Dengan begitu, kita dapat menyelenggarakan acara ini di luar ruangan," ujar Trump kepada para jurnalis di White House, seperti yang dikutip dari Anadolu.

"Ukraina sudah setuju dengan hal ini, semoga harapan kita adalah Rusia juga akan menerimanya. Bila kami bisa meyakinkan Russia untuk ikut serta, tentu saja itu merupakan kabar baik," tegasnya.

Artikel ini sudah dipublikasikan di Tribunnews.com dengan berjudul Trump Gertak Putin, Ancam Bakal Hancurkan Ekonomi Rusia Jika Tolak Gencatan Senjata

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims