Bayi Mengalami Alergi atau Intoleransi Makanan? Begini Cara Beda Keduanya!

Alergi makanan serta intoleransi terhadap makanan adalah dua situasi umum yang kerap dialami oleh bayi dan balita.

Biasanya, para orang tua baru menyadari bahwa bayi mereka memiliki alergi atau ketidak toleraan terhadap makanan setelah si kecil memulai asupan makanan di luarASI.

Saat bayi memulai asupan makanan di luarASI, mereka akan mulai mencoba ragam hidangan baru. Dengan demikian, sering kali terjadi respons atau reaksi setelah si kecil menyantap beberapa jenis makanan tersebut.

Tanda-tandanya bervariasi, dapat dimulai dengan rasa gatal, mual-mual, buang air besar tidak teratur, perut membengkak, atau bahkan sampai kesulitan bernafas.

Respon yang timbul kadang membuat orang tua kebingungan, apakah bayinya mengalami alergi makanan atau intoleransi makanan.

Nah, jika Mama bingung apakah si Kecil alergi makanan atau intoleransi makanan, berikut bagaimana cara mengenali apakah bayi memiliki alergi terhadap makanan atau hanya intoleransi terhadap makanan yang telah UbiNews rangkum. Yuk, disimak, Ma!

Alergi Makanan

Mengutip dari Mayo Clinic , alergi makanan adalah reaksi sistem kekebalan tubuh yang terjadi setelah seseorang mengonsumsi makanan tertentu.

Sistem kekebalan dalam tubuh menganggap protein di dalam makanan sebagai suatu ancaman, sehingga tubuh melepaskan senyawa kimia yang kemudian memicu alergi.

Alergi terhadap makanan biasanya ditandai dengan timbulnya ruam gatal, mual hingga muntah, nyeri di perut, kesulitan menelan karena kerongkongan tersumbat, suara menjadi serak, batuk, napas memburuk, serta penurunan tekanan darah.

Makanan yang umumnya dapat memicu alergi di antaranya adalah telur, ikan, kacang (kenari, almond, kacang tanah), susu, kedelai, makanan laut (udang, kerang, kepiting).

Selanjutnya, kenapa orang bisa alergi terhadap jenis makanan tertentu? Orang tersebut berpotensi mengalami alergi dari makanan karena ada riwayat dalam keluarganya yang juga mengidap alergi makanan.

Alergi makanan sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Ini disebabkan karena sistem pencernaan mereka belum tumbuh sempurna.

Intoleransi makanan

Mengutip dari Mayo Clinic , intoleransi makanan merupakan kondisi tubuh yang tidak dapat mencerna makanan atau bahan makanan tertentu dengan benar.

Penyebab seseorang alami intoleransi makanan adalah karena di dalam tubuhnya tidak ada enzim yang dibutuhkan untuk mencerna makanan sepenuhnya.

Selain itu, intoleransi makanan juga dapat disebabkan karena iritasi usus serta tubuh sensitif pada zat aditif atau bahan tambahan makanan, seperti MSG atau bahan pewarna makanan.

Makanan atau zat dalam makanan yang seringkali menjadi penyebab intoleransi alimenter mencakup kacang lentil, gandum bergluten, buah jeruk, produk susu dengan laktosa, serta daging yang diawetkan.

Intoleransi makanan yang dialami umumnya tidak seberat atau seterat alergi makanan.

Tanda-tandanya meliputi rasa mual, perut buncing, kejang-kejang, nyeri pada bagian perut, diare, cepat tersulut emosi, tidak tenang, serta pusing kepala.

Cara Mengenali Perbedaan Antara Alergi Makanan dan Tidak Tolakannya pada Bayi

Mengutip dari Medical News Today Berikut adalah sejumlah metode untuk mengenali perbedaan di antara alergi makanan dan intoleransi makanan:

  • Bagaimana terjadinya

Alergi makanan bisa timbul dan memicu respons sesaat setelah konsumsi hidangan spesifik tersebut. Lebih dari itu, bayi dengan alergi makanan justru dapat mendapat gejala walaupun cuma bersentuhan dengan makanan penyebabnya saja.

Di waktu yang sama, intoleransi terhadap makanan baru akan menimbulkan reaksi hanya jika seseorang memakannya.

  • Ketika kapan tanda-tanda atau respons muncul?

Dalam kasus alergi makanan, reaksi dapat timbul dengan cepat sesaat setelah memakan hidangan tersebut, umumnya dalam waktu dua jam, atau kadang-kadang bisa jadi selambut empat sampai enam jam kemudian.

Dalam kasus intoleransi makanan, respons tubuh tidak segera terjadi melainkan bisa timbul setelah beberapa saat.

  • Lihat gejala atau reaksinya

Agar dapat menentukan perbedaan antara alergi makanan dengan intoleransi makanan, Mama cukup mengamati gejalanya atau respons tubuh terhadapnya.

Dalam kasus alergi makanan, reaksinya bisa sangat parah dan berpotensi membahayakan jiwa, misalnya dengan timbulnya kesulitan bernafas dan pembengkakan di area tenggorokan.

Pada saat yang sama, reaksi intoleransi makanannya cukup ringan dan hanya berdampak pada sistem pencernaan seperti perut buncit, nyeri perut, serta diare.

Nah, itu lah bagaimana cara mengetahui apakah bayi memiliki alergi terhadap makanan atau hanya intoleransi terhadap makanan . Jika Mama menemukan si Kecil menunjukan reaksi alergi atau intoleransi makanan, segera bawa ke dokter, ya, Ma!

Harapannya informasi ini bisa memberikan manfaat!

  • Tenang Dulu! Berikut 4 Langkah yang Perlu Diambil Jika Si Kecil Mengalami Alergi Terhadap Makanan
  • 5 Indikasi Alergi Makanan yang Perlu Dihati-hatikan, Mama Telah Mengetahuinya?
  • 5 Alergi Makanan yang Sering Terjadi pada Anak serta Penanganannya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims