Dividen BBCA Cair Hari Ini (20/3): Apakah Investor Harus Membeli atau Menunggu?
UBINews.CO.ID - JAKARTA. Satu saham unggulan di sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), berencana membagikan dividen melebihi Rp 30 triliun kepada para pemegang sahamnya dalam tahun 2025 ini. Apakah investor ritel harus mulai membeli saham blue-chip ini atau tetap menunggu beberapa saat lagi?
Investor yang tertarik pada dividen saham BBCA perlu bertindak cepat. Sebab, pembagian dividen untuk saham BBCA akan segera dimulai. cum dividen Di pasar reguler hari ini, Kamis, 20 Maret 2025.
Cum dividen adalah periode suatu saham memiliki hak pembayaran dividen. Investor yang ingin mendapatkan hak pembayaran dividen saham, wajib memiliki saham tersebut sebelum cum dividen berakhir.
PT Bank Central Asia Tbk ( BBCA Akan menyerahkan dividen akhir tahun buku 2024 senilai Rp 30,81 triliun. Setelah itu, masing-masing pemilik saham berhak mendapatkanRp 250 untuk tiap lembar sahamnya.
Prosedur dan Ketentuan Pengajuan E-KTP untuk Orang yang Berulang Tahun ke-17 pada Hari Ini, Jumat 20/3/2025
Sekretaris Perusahaan BCA Raymon Yonarto menyampaikan, pembagian dividen ini telah sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar 12 Maret 2024.
"Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat pada Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 24 Maret 2025 pukul 16:00," tulisnya dalam keterbukaan informasi, Jumat (14/3).
Sebelumnya, BBCA telah membagikan dividen interim sebesar Rp 6,16 triliun pada 11 Desember 2024. Pada saat itu, setiap pemegang saham BBCA memperoleh Rp 50 per saham.
Jika di total, BBCA menggelontorkan Rp 36,98 triliun untuk aksi korporasi ini atau Rp 300 per saham. Ini setara dengan 67,44% dari total laba bersih BBCA tahun buku 2024 di Rp 54,83 triliun.
BBCA parkir di level Rp 8.300 per saham pada akhir perdagangan Selasa (18/3), turun 300 poin atau 3,49% dibandingkan sehari sebelumnya. Menggunakan data harga saham tersebut, dividend yield final BBCA berkisar 3,01%.
Sentimen cum dividen mampu mengatrol harga saham BBCA. Pada perdagangan Rabu 19 Maret 2025, harga saham BBCA naik ke level 8.325, atau meningkat 25 poin.
Tonton: Segel SPBU Nakal
- Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 20 Maret 2025
- Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 21 Maret 2025
- Cum Dividen di Pasar Tunai: 24 Maret 2025
- Ex Dividen di Bursa Sementara: 25 Maret 2025
- Tanggal Perekaman: 24 Maret 2025 Mulai Pukul 16:00 WIB
- Dividen untuk saham BBCA akan dibayarkan pada tanggal 11 April 2025.
Tonton: THR PNS Akan Diterima Sejak 17 Maret 2025, dengan Pembayaran Ke-13 pada Tanggal 13 Juni
Rekomendasi saham BBCA
Kepala Investasi Proprietari Milik Mirae Asset, Handiman Soetoyo, menyatakan bahwa jumlah dividennya dari BCA berada di bawah ekspektasinya serta prediksi pasar. Menurutnya, dividen akhir BCA mungkin akan sebesar Rp 311 per saham, sementara estimasi rata-rata pasar adalah pada nilai Rp 312 per saham.
Sebaliknya, dia menekankan tentang pengurangan rasio dividen BCA. Dia menjelaskan bahwa hal ini merupakan kali pertama dalam delapan tahun terakhir di mana rasio pembayaran dividen BCA mengalami penurunan.
"Kemungkinan pengurangan rasio deviden tahun ini demi mempertahankan pertumbuhan dividen secara berkelanjutan di masa depan," kata Handiman.
Bukan hanya itu saja, Handiman pun turut menyatakan yield dividen BCA termasuk ke dalam kategori yang lebih kecil apabila dibandingkan dengan bank-bank KBNI lainnya. Apabila dijumlahkan dari dividen interim dan final, yield keseluruhan BCA kurang lebih mencapai 3,3%.
Oleh karenanya, ia menilai dividen BCA ini kurang menarik jika investor hanya mengejar hal tersebut. Sebab, valuasi BCA saat ini memang yang paling premium di antara lainnya.
"Bila targetnya adalah dividen, mungkin BBCA kurang menarik. Namun, jika tujuannya adalah pertumbuhan yang konsisten, BBCA termasuk di antara saham terbaik," katanya.
Sejumlah Saham Blue Chip Sektor Bank Akan Bayar Dividen, Mana yang Layak Beli?
Sependapat, analis Infovesta Utama, Ekky Topan membenarkan bahwa dividen BBCA ini memang secara historis bukan menjadi pilihan bagi pengincar dividen. Sebab, ada pilihan bank lain yang bisa memberikan yield lebih tinggi.
“Jika dibandingkan dividen bank lain memang tergolong kecil,” ujarnya.
Meski demikian, Ekky mengingatkan bahwa itu bukan berarti BBCA tidak menarik untuk dikoleksi. Sebab, ia melihat saham BBCA menjadi yang paling dianggap bisa memberikan capital gain dan keamanan, dengan melihat historis harga saham BBCA selalu bertumbuh.
“Alasan investasi ke BBCA lebih ke arah keamanan, Dividen jadi bonus,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ekky bilang untuk BBCA, target harga terdekat akan menguji di level 9.350 dengan target 10.000 jika kenaikan berlanjut dalam jangka pendek.
Harga Turun, Saham Blue Chip Sektor Bank Ini Akan Bayar Dividen, Cek yang Layak Beli?
Komentar
Posting Komentar