Duterte di Depan ICC: "Saya yang Bertanggung Jawab untuk Perang Terhadap Napza di Filipina"

Eks Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengaku sepenuhnya bertanggung jawab untuk operasi anti-narkoba selama dia menjabat. Pengakuan tersebut disampaikannya melalui postingan di media sosialnya.

Saat ini Duterte telah dipindahkan ke Den Haag, Belanda. Ia akan menghadapi persidangan di Pengadilan Kriminal Internasional terkait dengan kasus perang obat-obatan yang diduga menyalahi hak asasi manusia.

"Apa pun yang telah terjadi di masa lampau, saya akan tetap menjadi pemimpin utama dalam kepolisian kita serta angkatan bersenjata," demikian ungkap Duterte sebagaimana dilansir dari sumber tersebut. Reuters .

"Saya telah menyampaikan hal ini sebelumnya, bahwasannya saya berkomitmen untuk menjaga kalian semua, serta bertanggung jawab atas seluruhnya," lanjutnya.

Duterte diamankan saat tiba di Manila pada hari Rabu (12/3). Laporan dari Pengadilan Kriminal Internasional mengenai Perang Narkoba selama masa pemerintahan Duterte menyatakan bahwa ratusan ribu orang yang berhubungan dengan narkoba menjadi korban.

Melalui pengumuman resmi, ICC menyatakan bahwa pemerintah Filipina berkolaborasi dalam upaya penangkapan dan pembawaan Duterte ke Den Haag.

"Duterte di serahkan kepada penjara Mahkamah Pidana Internasional. Ia ditangkap oleh pihak berwenang dari Pemerintah Republik Filipina karena tuduhan pembunuhan dan juga pelanggaran kemanusiaan," kata ICC.

ICC menyatakan bahwa persidangan awal terhadap Duterte akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Sekarang, Duterte akan ditahan di penjara ICC yang berlokasi di Belanda.

Terkait proses hukum tersebut, Duterte menyatakan bahwa dia siap untuk menghadapinya. Ia juga menjelaskan bahwa dirinya berada dalam keadaan sehat.

"Proses hukumnya memang berkepanjangan, namun izinkanlah saya menginformasikan bahwa saya akan tetap mendedikasikan diri untuk negara saya. Ini sudah menjadi nasib saya," ungkap Duterte.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims