Emas Melonjak ke Puncak Sejarah Pasca Fed Pertahankan Tingkat Suku Bunga

UBINews.CO.ID - Harga emas naik mencapai puncak tertingginya dalam sejarah pada hari Rabu usai pengumuman dari Ketua The Fed, Jerome Powell.

Federal Reserve AS menjaga tingkat suku bunganya sesuai ekspektasi, namun menandai potensi pengurangan tarif pinjam hingga seperempat point persen jelang akhir tahun.

Melansir Reuters , harga emas spot bertambah 0,5% hingga menembus US$3.047,80 per ons troy di waktu 15:57 ET (19:57 GMT). Sebelumnya, pada sesi trading tersebut, logam mulia ini sempat menyentuh titik tertingginya yaitu US$3.051,99.

The Fed akan Perlambat Pengurangan Neraca

Kontrak berjangka emas AS ditutup hampir tidak berubah di level US$3.041,20.

"Emas menyentuh puncak baru berkat performa luar biasa yang ditunjukkan oleh Ketua Powell—saham dan surat utang pun mengalami pertumbuhan positif," ungkap Tai Wong, seorang pedagang logam mandiri.

"Emas saat ini berada dalam tren bullish setelah berhasil melewati kisaran harga US$3.000 dan diperkirakan akan melanjutkan penguatan mengingat semakin meningginya kekhawatiran atas ketidakstabilan ekonomi serta ancaman inflasi yang lebih parah," katanya.

The Fed mempertahankan suku bunga kebijakan di kisaran 4,25% hingga 4,50%.

Para pejabat meningkatkan proyeksi inflasi untuk tahun ini, sekaligus menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi, menyusul kebijakan tarif yang diterapkan pemerintahan Trump.

Powell menyebutkan bahwa inflasi mungkin terhenti dalam proses pulihnya pada tahun ini, salah satunya disebabkan oleh tarif impor yang diimplementasikan oleh pemerintahan Trump.

Pernyataan FOMC Federal Reserve AS tanggal 19 Maret 2025

Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif impor baja dan aluminium menjadi 25% sejak pekan lalu dan berencana menerapkan tarif timbal balik serta sektoral baru mulai 2 April.

Sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi, emas telah menguat lebih dari 15% sepanjang tahun ini.

Futures dana milik The Fed mengindikasikan para pedagang berpotensi melihat peluang 66% bahwa bank sentral tersebut akan memulai pengurangan tingkat suku bunga saat rapat bulan Juni, meningkat dari angka 57% sebelum keputusan dirilis.

Rendahnya suku bunga memperlihatkan bahwa emas menjadi pilihan investasi yang lebih menarik sebab tidak menghasilkan return.

Harga Emas Menembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa Mendekati Pengumuman Suai Bunga Federal Reserve

Dalam ranah geopolitik, kedua negara yakni Rusia dan Ukraina sama-sama mengkritik pelanggaran perjanjian terbaru yang menyebutkan bahwa mereka sepakat untuk tidak serangan pada fasilitas energi. Hal ini terjadi tak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara secara langsung melalui panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Di sisi lain, harga perak spot berkurang 0,7% menjadi US$33,79 per ons troy, platinum menurun 0,3% mencapai US$994,15, dan paladium anjlok 0,8% hingga US$959,54.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims