Figur Mengerikan yang Menghantui Restoran Nunung Srimulat di Solo, Pengunjung Ketakutan Teror dari Kuburan

UbiNews Berikut adalah pernyataan dari Tri Retno Prayudati alias Nunung Srimulat mengenai serangan gaib yang dialaminya di kediamannya yang ada di Solo, Jawa Tengah.

Komedian Nunung saat ini sedang mengalami kesulitan dengan usaha rumah makannya di Solo, Jawa Tengah. Rumah makan yang diberi nama Songoseng itu awalnya cukup populer dan mendapat dorongan dari presenter Raffi Ahmad.

Namun, setelah tiga bulan beroperasi, warung makan Nunung mendadak sepi pelanggan.

Menurut kabar awalnya Songo seng sangat ramai, sekarang katanya di situ terdapat lahan pemakaman," ungkap Raffi, sesuai dengan kutipan dari kanal YouTube Rans Entertainment, pada hari Kamis (13/3/2025).

Nunung melanjutkan dengan menyatakan, "Kuburan itu sama seperti hantu pocong yang diletakkan begitu saja," menceritakan ancaman gaib yang dialami oleh dirinya beserta tim-nya.

Hal ini membuatnya sangat terkejut, karena warung yang semula bisa menghasilkan Rp9 juta per hari.

Dalam sehari, warung makannya meng28 kg nasi setiap harinya, kini mengalami penurunan drastis.

"Sekarang udah mulai agak sepi, kadang-kadang 5 kg aja nggak abis," keluh Nunung, menunjukkan penurunan signifikan dalam pendapatan dan penjualan nasi.

Nunung pernah meremehkan ancaman teror itu dan lebih memilih untuk bungkam.

Akan tetapi, seiring berlalunya waktu, pengaruh sugestif negatif mulai meningkat, sehingga membuatnya merasa makin tertekan.

"Sekali punya pengalaman seperti itu, awalnya saya tidak yakin dan berpikir untuk mengabaikan atau bahkan membuang semuanya. Namun, jika hal ini terjadi secara terus-menerus, pada akhirnya pikiran kita akan dipengaruhi oleh sugestinya," jelas Nunung.

Menyadari tantangan yang dijumpai, Nagita Slavina, sang istri dari Raffi Ahmad yang turut menyertai Nunung, berusaha untuk memotivasi. Dia menyarankan, "Cukup doakan saja, obatnya hanya doa." Ungkapan ini ditujukan sebagai bentuk dukungan emosional supaya Nunung bisa bertahan dalam menghadapi ujian tersebut.

Akan tetapi, di luar ancaman misterius tersebut, suasana warung yang sunyi turut memengaruhi para pekerja.

Nunung merasa terpaksa harus memikirkan pengurangan staf dari total 16 orang saat ini, walaupun dia sungguh-sungguh bingung dengan keputusan itu.

"Karyawan saya sekarang 16 orang karena dulu sangat sibuk, dan anak saya berkomentar 'kenapa tidak dipotong saja (jumlah karyawannya)?'. Namun, saya tidak hati untuk melakukannya terlebih lagi Lebaran sudah dekat," jelas Nunung.

Di tengah-tengah situasi sulit ini, Nunung mengingatkan dirinya untuk terus berdoa dan berharap agar warungnya kembali ramai seperti sebelumnya, mengatasi teror mistis dan tantangan bisnis yang datang.

Belum ada kepastian tentang identitas pengebor yang rutin mengirimkan tanah pemakaman ke restoran Nunung hingga saat ini.

Daftar Belanja yang Mengakibatkan Nunung Gulung Tikar dan Harus Pindah ke Kos

1. Kehilangan Sumber Pendapatan

Setelah menyelesaikan program rehablisitasi dan terdampak oleh pandemi, Nunung merasakan tantangan dalam mencari pekerjaan tetap.

Sekarang terkenal bukan hanya sebagai seorang pelawak dengan berbagai aktivitas di industri hiburan, Nunung mengalami besarnya transformasi ini.

Tingkat ketidakinan dalam pekerjaan serta kesulitan untuk menemukan lapangan kerja menyebabkan pendapatan yang dia peroleh sangatlah terbatas, bahkan jumlahnya jauh di bawah dari biaya hidupnya.

2. Biaya Pengobatan

Di samping urusan keuangan, Nunung juga harus berperang melawan penyakit parah seperti kanker, yang menuntut terapi berkala serta obat-obatan dengan harga tinggi.

Terapi jangka panjang ini meningkatkan biaya keluarga Nunung.

Tak sekadar mengalamai kesulitan jasmaniah, bahkan beban finansial akibat biaya perawatan medis pun semakin meningkat dan menjadikan pengeluaran menjadi sangat memberatkan.

3. Membiayai Keluarga yang Luas

Nunung pun menyebutkan bahwa dia perlu menanggani keperluan hidup bagi 25 individu dalam famili mereka.

Jumlah anggota keluarga yang besar ini tentu saja menambah tekanan dalam pengeluarannya setiap bulan.

Menjaga kesejahteraan keluarga menjadi prioritas utama bagi Nunung.

Akan tetapi, itu pun memaksa dia untuk merogoh kocek cukup dalam, sehingga menambah bebannya secara finansial.

4. Masalah Keuangan Pribadi

Pengaruh tekanan dalam mengatasi persoalan keuangannya sendiri kian berdampak pada situasi finansial yang stabil milik Nunung.

Sebagai hasilnya, walaupun dia telah berjuang dengan sekuat tenaga, Nunung merasa bahwa dirinya tak mampu lagi untuk tetap bertahan dalam situasi itu. Hal ini pada akhirnya mengharuskannya untuk melepaskan beberapa aset serta memulai gaya hidup yang jauh lebih sederhana.

Pada kondisi yang sulit ini, Nunung masih mencoba mempertahankan fokus terhadap prioritas utama yakni kesejahteraan keluarganya.

Walaupun sebagian besar orang melihat pergeseran ini sebagai suatu hal yang ekstrem, menurut Nunung, itu merupakan tindakan penting agar bisa bertahan dan menyediakan hal terbaik bagi keluarganya.

(UbiNews/TribunNews.com/Ayu Miftakhul)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims