Herman Khaeron Diduga Terima Suap Rp15 Miliar dari Pertamina Berupa Amplop Coklat
UbiNews Kekayaan Herman Khaeron yang disebut-sebut sebagai penerima suap dalam bentuk amplop cokelat dari Pertamina, dinilai sebesar Rp 15 miliar.
Keluhan terhadap Herman Khaeron karena dituduh menerima suap dari Pertamina sepertinya dimulai dari sebuah tweet di Twitter.
"Suap telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan di negara Konoha. Lihat saja amplop berwarna kuning yang secara langsung dimasukkan di bawah meja," demikian disampaikan dalam unggahan akun X @ZulkifliLubis69, Rabu (12/3/2025).
Pengunggah potongan video itu juga turut memberikan mention kepada beberapa akun X, seperti Divisi Humas Polri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Presiden Prabowo Subianto, Kejaksaan Agung, dan DPR.
Dalam video itu, Herman yang mengenakan batik kuning terlihat disodorkan map berwarna merah oleh seseorang.
Kemudian dia tanda tangani dokumen yang ada di atas folder itu, setelah itu mengambil amplop bernuansa kuning dan menyimpannya di bawah meja.
“Isi uang sogokan kah?” tulis keterangan tambahan di dalam video.
Sampai berita ini disiarkan, postingan tersebut sudah menerima 332 komentar, 1.700 kali retweet, 4.200 like, serta dikoleksi ke dalam bookmark sebanyak 334 kali.
Namun, Herman menyangkal tudingan yang mengatakan bahwa amplop itu merupakan suap dan terkait dengan aktivitas rasuah.
"Itu adalah tuduhan palsu dan buruk. Saya perlu memperjelas bahwa itu adalah SPPJ (Surat Pemberitahuan Penyesuaian Jaminan) untuk perjalanan dinas saya yang belum sempat diambil," jelas Herman ketika diwawancara oleh Kompas.com pada hari Rabu, 12 Maret 2025.
Herman menyatakan bahwa proses penandatanganan terjadi ketika dia sedang menghadiri rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama dengan PT Pertamina pada hari Selasa, tanggal 11 Maret 2025.
Dokumen yang telah ditandatanganinya serta amplop berwarna kuning tersebut juga dikirim oleh Sekretariat Komisi VI DPR RI.
“Betul sekali. Itu kebetulan ditandatangani saat rapat, silakan saja klarifikasi ke Sekretariat Komisi VI,” jelas Herman.
Dia menuturkan bahwa sekretariat DPR telah mengusulkan dokumen untuk ditanda tangani terkait dengan SPPD yang seharusnya dia ambil pekan kemarin.
Herman mengatakan dia menandatanganinya disana lalu menerima SPPD-nya di atas meja itu, seraya memakai baju batik berwarna kuning.
Berapa besar total aset milik Herman Khaeron?
Sebagaimana diambil dari situs e-LHKPN pada 12 Maret 2025, Herman Khaeron mengklaim memiliki kekayaan senilai Rp 15 miliar.
Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan per tanggal 31 Desember 2023, Herman Khaeron mengungkapkan bahwa jumlah asetnya mencapai Rp 15.028.782.245.
Berikut adalah detail aset kekayaan Herman Khaeron yakni :
A. LAHAN DAN PROPerti Rp 10.675.000.000
1. Luas Tanah dan Properti Sebesar 78 m2/45 m2 di KAB/KOTA BEKASI, Harga Sendiri Rp 650.000.000
2. Luas Lahan Tanah dan Properti Sebesar 144 m2/100 m2 di Kabupaten/Kota Bekasi, Dijual Sendiri Harga Rp 660.000.000
3. Properti Tanah dan Bangunan dengan Luas 314 m2/210 m2 di KAB/KOTA CIREBON, HARGA RP 1.355.000.000 YANG DIBUAT OLEH SENDIRINYA
4. Lahan Sebesar 262 m² di KAB/KOTA CIREBON, Harga Sendiri Rp 760.000.000
5. Lahan Berukuran 63 m2 di KAB/KOTA BEKASI, Harga Rencana Sendiri Rp 1.750.000.000
6. Tanah dan Bangunan Seluas 311 m2/140 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp 3.750.000.000
7. Tanah Seluas 63 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp 1.750.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp 1.950.000.000
1. Kendaraan jenis MPV, Alphard Mini Bus tahun 2017, hasil buatan sendiri seharga Rp 450.000.000
2. MOBIL, Nissan New Terra VL 2.5 Tahun 2019, Harga Negosiable Rp 450.000.000
3. MOBIL, Mercedes Benz E 350 Sedan Tahun 2020, Harga Pasca Perbaikan Sendiri Rp 1.050.000.000
C. Aset Bergerak Lainnya sebesar Rp 365.000.000
D. SURAT bernilai Rp 0
E. UANG TUNAI DAN SETARANYA Rp 2.038.782.245
F. HARTA TAMBAHAN LAINNYA Rp 0
Sub Total Rp 15.028.782.245
II. HUTANG Rp 0
III. JUMLAH ASET KESSELURUHAN (I-II) Rp 15.028.782.245
Profil Herman Khaeron
Herman Khaeron adalah seorang politikus dari Partai Demokrat.
Dia dilahirkan di Kuningan, Jawa Barat, pada tanggal 4 Mei 1969.
Dia telah mengabdi selama empat masa jabatan sebagai anggota DPR RI.
Herman telah menempati posisi sebagai anggota DPR RI sejak tahun 2009 sampai dengan 2029, demikian disebutkan dalam sumber Wikipedia tersebut.
Herman Khaeron menjadi wakil untuk daerah pemilihan Jawa Barat VIII yang mencakup kota Cirebon, kabupaten Cirebon, serta kabupaten Indramayu.
Dia adalah aktivis dari Partai Demokrat dan sebelumnya telah menempati posisi sebagai Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat.
Di bidang politik, Herman Khaeron sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Pemenangan Kampanye Prabowo - Gibran yang dikenal dengan nama Alpha.
Karier
DPR RI, sebagai anggotanya. Periode: 2011 - 2012
Anggota DPR RI, sebagai: Wakil Ketua Komisi IV. Periode: 2010 - 2015
DPR RI, sebagai: Anggota Komisi Keuangan. Periode: 2009 - 2010
DPP Demokrat, Sebagai: Anggota Tim Ahli Fraksi Demokrat. Periode: 2006 - 2009
PT. Energy Mega Persada, Sebagai: Departemen of Comunicatio Development. Tahun: 2005 - -
PT. Swadaya Budi Hartama, Menjabat sebagai: Direktur Utama. Periode: 2003 - 2009.
Pusat Pemberdayaan Pembangungan Regional, Sebagai: Direktur Eksekutif. Tahun: 2000 -
PT Cides Persada Counsultan, Sebagai: Ass Direktur. Tahun: 1999 - 2000
DPR RI , Sebagai: Wakil Ketua Komisi II . Tahun: - 2018
DPR RI, sebagai: Ketua Kelompok Kerja untuk Rancangan Undang-Undang mengenai Hortikultur. Tahun: -
DPR RI, sebagai: Ketua Panitia Khusus Raskin. Tahun: -
DPR RI, sebagai: Ketua Kelompok Kerja tentang Gula. Tahun: -
DPR RI, sebagai: Ketua Kelompok Kerja tentang Pertanian. Tahun: -
DPR RI sebagai Ketua Tim Kerja UUD. Tahun: -
DPR RI, sebagai: Ketua Kelompok Kerja untuk Penyusunan Perubahan Undang-Undang. Tahun: -
Komentar
Posting Komentar