Jasa Marga Bahas Diskon 20% yang Tidak Boleh Lewat GTJSImportFilterWhere

JAKARTA, UBINews PT Jasa Marga (Persero) Tbk memberikan keterangan mengenai implementasi potongan biaya jalan tol hingga 20% yang berlaku hanya untuk perjalanan berturut-turut.

Maka, aturan tersebut tidak berlaku jika pengguna meninggalkan Gerbang Tol (GT) dan kemudian memasuki tol yang sama kembali.

Hal ini sejalan dengan anjuran dari Direktur Tol Bebas Hambatan Ditjen Bina Marga Kementerian PU Wilan Oktavian yang menyarankan kepada para pemakai jalan tol untuk meninggalkannya ketika rest area sudah penuh pada jam buka puasa.

Kepala Grup Komunikasi Korporat dan Pengembangan Masyarakat Jasa Marga, Lisye Octaviana, mengakui bahwa pemberian diskon tarif tol bertujuan untuk membantu distribusi lalu lintas di jalan raya.

Namun, dari sudut pandang yang berbeda, tentu saja terdapat pula pengantisipasian atas potensi kemacetan tersebut. rest area Misalnya saja jika jumlah pengunjung sangat banyak. Upayanya, kita menambahkan fasilitas istirahat yang nyaman, baik itu di sepanjang jalan tol maupun di luar jalannya, seperti yang disampaikan olehnya saat konferensi pers di Bekasi, Jawa Barat pada hari Rabu, 19 Maret 2025.

Hal ini dijalankan jika terdapat situasi darurat yang memerlukan tindakan segera. rest area Namun, ternyata akhirnya diketahui bahwa para pemakai jalur khusus ini dapat menemukannya di area sekitaran jalan tersebut.

"Jadi, yang dicari di luaran sana adalah ketika kita berada di tempat istirahat sepanjang jalur toll tersebut, memang telah disediakan beberapa spot khusus. Untuk meningkatkan kapasitas ini, kami melakukan komunikasi dengan pihak pemerintahan serta pemerintah lokal," katanya.

Oleh karena itu, pengguna diminta tidak perlu khawatir keluar dan masuk jalan tol karena membayar saldo sesuai jarak yang ditempuh.

Namun demikian, khusus adanya diskon 20 persen memang hanya diberlakukan untuk perjalanan menerus agar bermanfaat bagi pengguna jalan tol yang akan melakukan perjalanan jauh.

"Jadi, memang ini dua hal yang berbeda. Stimulus yang kami lakukan untuk bisa mengantisipasi tadi apabila rest area Kapasitasnya sudah mencapai batas maksimum. Di sisi lain, hal ini dilakukan agar dapat membagi aliran lalu lintas sehingga tidak terkonsentrasi pada satu waktu," jelas Lisye.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims