Khutbah Jumat: Persiapan Menuju Idul Fitri dalam 10 Hari Terakhir Ramadhan
UBINews - Bulan Ramadhan merupakan waktu istimewa yang membawa banyak berkah dan memberikan peluang besar kepada seluruh umat Islam untuk menggenjot kekuatan imannya, menambah jumlah perbuatan baik dalam ibadah, serta melakukan introspeksi demi penyempurnaan diri.
Pada tiap pidato Jum'at di sepanjang bulan Ramadhan, pembicara bertanggung jawab besar untuk menegaskan kepada jemaah betapa pentingnya mempergunakan masa suci ini dengan semaksimal mungkin.
Sebagai bulan yang penuh dengan ampunan dan rahmat, Ramadan mengajarkan umat muslim untuk lebih sabar, disiplin, serta lebih peduli terhadap sesama.
Berikut terdapat salah satu tema khutbah Jumat Ramadhan 2025 yang bisa menjadi inspirasi bagi para khatib dan jemaah untuk semakin menguatkan keimanan dan memperbaiki kualitas ibadah, dengan judul Mempersiapkan Diri Menyambut Idul Fitri, yang dikutip dari kemenag.go.id.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ نَوَّرَ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ بِأَنْوَارِ الْوِفَاقِ، وَرَفَعَ قَدْرَ أَصْفِيَائِهِ فِيْ الْأَفَاقِ، وَطَيَّبَ أَسْرَارَ الْقَاصِدِيْنَ بِطِيْبِ ثَنَائِهِ فِيْ الدِّيْنِ وَفَاقَ، وَسَقَى أَرْبَابَ مُعَامَلَاتِهِ مِنْ لَذِيْذِ مُنَاجَتِهِ شَرَابًا عَذْبَ الْمَذَاقِ، فَأَقْبَلُوْا لِطَلَبِ مَرَاضِيْهِ عَلَى أَقْدَامِ السَّبَاقِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْبَرَرَةِ السَّبَاقِ، صَلَاةً وَسَلَامًا اِلَى يَوْمِ التَّلَاقِ
Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah kecuali Allah yang Maha Esa tanpa partner, dengan kesaksian yang jernih dan indah. Kami berharap melalui hal ini untuk mendapatkan selamat dari neraka api yang sangat dahsyat, serta agar beban penderitaan dalam perjalanan hidup menjadi lebih ringan. Aku juga bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, yang terhormat di atas segala makhluk lainnya; Dia-lah yang diajak melayang menggunakan buraq sampai melewati tujuh langit.
Demikianlah pesanku kepada saudaraku sekalian, mari kita taklukkan ketakwaan pada Allah SWT beserta ketaatan kepadaNya, patuhilah perintah-perintah-Nya dan hindari larangan-LaNya. Sebagaimana firman Tuhan Yang Mahatinggi dalam kitab suci Al-Qur'an: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan lihatlah apa saja amalanmu nanti hari akhir. Dan bertakwalah kamu kepada Allah karena sesungguhnya Allah mengetahui betul tentang semua tindakan Anda."
Naskah Khutbah Jumat 21 Maret 2025: Ayo Optimalisasi 10 Hari Akhir Ramadhan
Ma’asyiral muslimīn a’azzakumullāh.
Memulai pidato pendeknya, khotib memberikan nasihat kepada kami semua, terlebih pada dirinya sendiri agar selalu berupaya memperkuat ketakwaannya dan imannya kepada Allah SWT dengan menunaikan setiap kewajiban serta menghindari apa pun yang dilarang atau haram.
Jamah yang dimuliakan Allah.
Selama satu bulan Ramadhan, Allah swt mendorong umat Muslim untuk memperbanyak ibadah. Ada yang senantiasa bertadarus Al-Qur’an, rajin shalat tarawih, berbagi sedekah takjil, rajin shalat jamaah, dan ibadah-ibadah lainnya. Di penghujung Ramadhan, kita semua bersiap untuk melepas kepergian bulan mulia ini sekaligus bersiap menyambut kedatangan hari raya Idul Fitri.
Pada saat Idul Fitri, seluruh umat Islam merayakan kesempatan ini dengan penuh kegembiraan. Mereka mengenakan pakaian terbaik, mempersiapkan berbagai jenis kue lebaran untuk menjamu para tamu, serta bertemu dan bercengkerama dengan keluarga besar mereka dalam suasana yang sangat membahagiakan. Hal tersebut sesuai dengan nasihat Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan agar kita menunjukkan rasa gembira pada hari kemenangan itu. Sebuah riwayat Hadis mencatat perintah semacam itu,
Naskah Khutbah Jumat 21 Maret 2025: Menyambut Malam Lailatul Qadr
عَنْ أَنَسٍ، قَالَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ "مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ". قَالُوا كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم "إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْرِ"
Artinya, “Diriwayatkan dari sahabat Anas, ia berkata, ‘Sekali waktu Nabi saw datang di Madinah, di sana penduduknya sedang bersuka ria selama dua hari. Lalu Nabi bertanya ‘Hari apakah ini (sehingga penduduk Madinah bersuka ria)?’ Mereka menjawab ‘Dulu semasa zaman jahiliah pada dua hari ini kami selalu bersuka ria.’ Kemudian Rasulullah saw bersabda, ‘Sesungguhnya Allah swt telah menggantikannya dalam Islam dengan dua hari yang lebih baik dan lebih mulia, yaitu hari raya kurban (Idul Adha) dan hari raya fitri (Idul Fitri).’” (HR Abu Dawud).
Ma’asyiral muslimīn a’azzakumullāh.
Namun, pastikan agar kegembiraan selama Idul Fitri tak menjauhkan kita dari esensi ibadah dan rasa peduli terhadap orang lain. Karena bisa jadi pada saat tersebut masih banyak saudara-saudari seiman yang finansialnya kurang stabil hingga bahkan memakai pakaian baru atau merasakan hidangan istimewa Idul Fitri pun menjadi hal yang sulit baginya.
Pada saat perayaan Idul Fitri, kesadaran sosial kita mestinya telah berkembang dengan baik. Bila dalam bulan Ramadhan kita dilatih untuk bertapa menahan lapar serta haus hingga dapat memahami kehidupan mereka yang serba terbatas, maka Idul Fitri mencapai titik tinggi kemampuan bersimpati kita sebagai umat Islam. Memberikan bantuan pada sesama yang menghadapi keterbatasan pada momentum istimewa ini merupakan wujud praktis dari pelajaran yang telah kita alami selama menjalankan ibadah puasa.
Bisa jadi saat kita sedang menikmati opor ayam atau bersuka ria memakai baju baru, masih ada saudara yang belum bisa merasakan kenikmatan ini. Oleh sebab itu tepat kiranya jika Idul Fitri dijadikan sebagai momen berbagi. Syekh Abdul Hamid al-Makki asy-Syafi’i dalam Kanzun Najāḥ was Surūr mengatakan,
Bukanlah hari raya bagi mereka yang memakai pakaian baru, tetapi hari raya adalah untuk orang yang ketaatan semakin bertambah. Setiap hari di mana tidak ada pelanggaran pun sebenarnya merupakan hari raya.
Maksudnya, "Seseorang belum dianggap merayakan 'Id dengan memakai pakaian baru. Sebenarnya, hari 'Id terjadi saat kepatuhan seseorang bertambah. Setiap harinya bila dia tidak berbuat dosa, barulah hari tersebut dikatakan sebagai hari 'Id." (Abdul Hamid al-Makki asy-Syafi'i, Kanzun Najāḥ was Surūr, 2009: halaman 263).
Naskah Khutbah Jumat 21 Maret 2025: Ramadhan, Bulan Penurunan Al-Quran
Pernyataan Syekh Abdul Hamid menggarisbawahi bahwa inti dari perayaan Idul Fitri ada pada seberapa besar usaha kita untuk tetap konsisten dalam melaksanakan ibadah kepada Allah serta melakukan kebaikan kepada orang lain. Meskipun pakaian baru disarankan sebagai ungkapan syukur atas anugerah hari suci ini, namun penting bagi kita agar tidak berlarut-larut dalam euforia itu hingga akhirnya melupakan fakta bahwa masih banyak saudara-saudari Muslim yang belum dapat merayakannya dengan serupa seperti diri kita.
Ma’asyiral muslimīn a’azzakumullāh.
Di samping membangkitkan rasa ingin berbagi, moment Lebaran juga penting dimanfaatkan untuk mendekati Tuhan Yang Maha Esa, khususnya pada malam hari tersebut. Malam lebaran adalah waktu bagi orang-orang untuk merayakan sukacita, bertemu dengan anggota keluarga, silaturahmi dengan kerabat, serta bermacam-macam hal riang lainnya. Tetapi, hindari agar tidak terlalu tenggelam dalam euforia hingga melupakan penghargaan kepada-Nya. Karena alasan itulah Nabi pernah menerangkan jika mereka yang menjalankan ibadah di malam Lebaran niscaya jiwa mereka masih segar ketika banyak nyawa menjadi dingin. Bagaimana pun, Rasul telah memberitahu:
Siapa yang menjaga malam hari raya untuk Allah dengan penuh harapan, maka hatinya tidak akan mati pada saat hati orang lain meninggal.
Ini berarti, "Setiap orang yang memperingati kedua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) untuk kehendak Allah dengan harapan keridhoan-Nya, maka hatinya tidak akan binasa pada saat di mana hati manusia menjadi hancur." (Diriwayatkan oleh As-Syafii dan Ibnu Majah).
Naskah Pendek Khutbah Jumat ke-14 Ramadhan 1446 Hijriyah: Setelah Berakhirnya Bulan Ramadhan, Apa Yang Perlu Dikerjakan?
Menurut pendapat Syekh Ahmad ash-Shawi, ungkapan "hati tidak mati" dalam hadits tersebut merujuk kepada seseorang yang tidak akan mengalami kebuntuan mental ketika menghadapi masa sakaratul maut, menjawab pertanyaan para malaikat di alam kubur, serta di pengadilan akhir zaman. (Ahmad ash-Shawi, Bulghatus Sālik li Arqābil Masālik, 1995: edisi I, halaman 345-346).
Kami dapat menghabiskan beberapa jam pada malam hari ketika Idul Fitri tiba untuk menjalankan ibadah-ibadah sunnah seperti salat Witir, Tahajjud, atau Salat Isha bersama-sama. Selain itu, mari berdoa semoga Ramadhan kali ini tidak menjadi Ramadhan terakhir kami, tetapi mudah-mudahan akan ada lagi Ramadhannya-di masa mendatang.
Ma’asyiral muslimīn a’azzakumullāh.
Berikut adalah khutbah pendek yang dapat saya sampaikan. Mudah-mudahan bulan suci Ramadhan kali ini menyaksikan kepatuhan kita terhadap perintah-Nya, segala amalan yang dilakukan selama bulan tersebut diterima olehNya, serta diminta rezeki usia panjang agar bisa bertemu dengan Ramadhan-Ramadhan mendatang.
Saya mengatakan hal ini dan meminta ampun dari Allah untuk saya sendiri dan kamu semua, maka mintalah pengampunan kepada-Nya, sungguh Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Khutbah II
Alhamdulillah cukup, dan semoga salawat tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad yang telah dipilih, serta keluarganya dan para sahabatnya yang setia. Saya bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah sendiri tanpa partner, dan saya juga bersaksi bahwa Nabi kami Muhammad adalah hamba-Nya dan utusannya.
Berikut adalah pesan yang dimaksudkan dalam bahasa Indonesia:
Wahai kaum Muslimin, aku menasihatimu dan diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah Yang Maha Tinggi. Ingatlah bahwa Allah telah memerintahkan kalian melakukan sesuatu yang besar yaitu berdoa serta memberi salam pada Nabi-Nya yang mulia dengan mengatakan: Sesungguhnya Allah beserta para malaikat-malaikat-Nya menyucikan nabi tersebut. Wahai orang-orang yang beriman! Berdoalah kepadanya dan sertakan ucapan selamat agar kamu mendapatkan keselamatan sepenuhnya.
Ya Tuhan kami, limpahkan rahmatmu atas Kami dan atas hamba-hambamu Muhammad seperti Engkau melimpahkan rahmat-Mu kepada Ibrahim dan keluarganya juga berkatilah Kami dan hamba-hambamu Muhammad sama halnya engkau memberkahinya di antara semua makhluk yang ada.
Amin!
Tuhan, ampunilah umat Islam laki-laki maupun perempuan, baik mereka yang masih hidup ataupun sudah meninggal dunia. Ya Tuhanku jaga kami dari segala bencana, musibah, penyakit, kemaksiatan, ketidakadilan, pertikaian senjata, cobaan-cobaan dan ujian-ujian baik itu terlihat atau tidak oleh mata kita ini secara spesifik bagi negara tempat tinggalkami saat ini tetapi juga bagaimana pun kondisinya bukan hanya disini namun juga setiap wilayah lain yang ditempati oleh umat Muslim segenap dunia karena Engkaulah Sang Pemilik Kekuasaan atas segalanya.
Amen!
Hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah memerintahkan untuk berbuat adil, bertaqwa, dan memberi kepada kaum kerabat, serta dilarang melakukan perbuatan keji, maksiat, dan penindasan. Dia mengingatkan kalian agar kalian dapat bertafakur. Maka ingatlah akan Allah yang agung, niscaya Ia akan mengingati kalian juga; sebab penghargaan terhadap Allah lebih besar.
(*)
Baca artikel UBINewslainnya di Google News
Komentar
Posting Komentar