Marselino Ferdinan Bersuara: Setelah Kekalahan 1-5 Timnas Indonesia di Australia, Waktunya evaluasi Tanpa Alasan

UBINewsPemain andalan Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan angkat bicara usai kalah 1-5 dari Australia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Pertandingan ini menandai penampilan perdana Patrick Kluivert sebagai juru taktik tim nasional Indonesia.

Sayang sekali, awal karir Patrick Kluivert tidak membuahkan hasil yang diinginkan pada hari itu.

Tim nasional Indonesia harus tunduk dengan skor 1-5 di kandang Australia.

Kekecewaan itu memperburuk peluang tim nasional Indonesia untuk maju ke Piala Dunia 2026.

Marselino Ferdinan bermain sebagai pemain utama dalam pertandingan sore hari ini.

Akan tetapi, kesatupaduannya hanya berlangsung selama 79 menit sebelum digantikan oleh Ramadhan Sananta.

Satu-satunya gol Timnas Indonesia dicetak oleh Ole Romeny memanfaatkan umpan dari Kevin Diks.

Marselino Ferdinan angkat bicara usai kalah telak di Sydney.

Pemain Oxford United tak punya waktu alasan lagi.

Dirinya mengaku sudah belajar banyak dari hasil lawan Australia.

Di samping itu, mantan pemain Persebaya pun sudah mengarahkan perhatiannya ke pertandingan melawan Bahrain yang akan berlangsung pada tanggal 25 Maret 2025 di Jakarta.

Pertandingan kali ini merupakan kesempatan bagi Tim Nasional Indonesia untuk bersaing mendapatkan tempat di Piala Dunia 2026.

"Kita harus belajar banyak dari pertandingan ini," ujar Marselino Ferdinan usai laga berdasarkan rekaman yang diterima redaksi UBINews.

Saya rasa kami berdua cukup sulit untuk menghasilkan kimia yang baik.

"Tentunya orang-orang tahu."

"Tidak ada alasan soal kekalahan, kami perbaiki di laga home kita."

Baik suka maupun tidak, kita harus mencapai 100 persen.

Pengalaman kita didapat dari pertandingan kali ini.

"Serta kita perlu mengevaluasinya bersamasama," katanya.

Marselino Ferdinan berbagi informasi tentang perintah Patrick Kluivert di dalam kamar gantung setelah timnya tertinggal tiga gol.

Penyesuaian strategi memungkinkannya untuk menggali lebih dalam kelemahan pertahanan Australia.

"Seperti yang telah kita amati, dalam 15 menit awal kami menguasai permainan dan kami menganalisis tentang kemungkinan terciptanya gol," jelas mantan pemain Persebaya Surabaya itu.

Secara jelas, mulai dari pemain bertahan sampai penyerang perlu dievaluasi.

Secara keseluruhan, kami perlu mengevaluasi setelah kehilangan sebanyak tiga gol dan ya, kita juga harus memeriksa laga berikutnya.

"Kita tak dapat membicarakan kalahnya ini dengan banyak kata, kita perlu menerima dan melakukan evaluasi," katanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims