Pemulihan Wall Street: S&P 500 dan Nasdaq Naik, Dow Tetap Turun

UbiNews.CO.ID - NEW YORK . Wall Street berhasil rebound Dua dari tiga indeks utama berakhir dengan penguatangan lantaran data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah daripada perkiraan berhasil mencegah aksi penjualan agresif. Di sisi lain, perang tarif yang semakin memburuk serta melibatkan banyak pihak akibat kebijakan Presiden AS Donald Trump masih dapat dikontrol.

Rabu (12/3), Dow Jones Industrial Average berakhir turun sebesar 82,55 poin atau 0,20%, mencapai angka 41.350,93. Indeks S&P 500 justru meningkat dengan kenaikan 27,23 poin hingga 0,49% menjadi 5.599,30. Sedangkan indeks Nasdaq Composite melonjak 212,36 poin atau bertambah 1,22% sampai di posisi 17.648,45.

Di antara 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, saham sektur teknologi mendominasi kenaikan, sedangkan sektor Barang Kebutuhan Pokok Konsumen dan Perawatan Kesehatan justru tumbang.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq berakhir pada zona hijau, dengan indeks kedua tersebut mendapatkan dorongan signifikan dari saham-saham teknologi serta perusahaan berteknologi tinggi lainnya.

Indeks Dow yang dipenuhi dengan saham-saham unggulan mengalami fluktuasi diantara zona merah dan hijau untuk kebanyakan waktu perdagangan, namun akhirnya menutup sedikit lebih rendah pada hari tersebut.

Wall Street Kamis (12/3): Indeks S&P 500 dan Nasdaq Menguat Berbarengan dengan Penurunan Inflasi di Amerika Serikat

Departemen Tenaga Kerja melaporkan Indeks Harga Konsumen merosot melebihi perkiraan para ahli, mengindikasikan bahwa laju inflasi sedang bergerak pada jalur yang tepat. Hal tersebut juga semakin meningkatkan peluang bahwa Federal Reserve Amerika Serikat akan menurunkan tingkat suku bunganya dalam tahun ini.

Kami mengamati kenaikan hari ini dengan angka inflasi yang lebih rendah daripada yang diperkirakan serta sejumlah transaksi beli setelah jatuh," ujar Greg Bassuk, CEO AXS Investments di New York. "Namun, Wall Street dan Main Street masih menantikan kejelasan arahnya.

Keyakinan investor mengenai penurunan laju inflasi tidak sepenuhnya mampu meredam konflik perdagangan yang masih berlangsung," tambah Bassuk. "Karena hal ini, kita sangat menduga bahwa ketidakstabilan dan fluktuasi harga saham akan tetap bertahan sampai bulan Maret.

Pada upaya peningkatan tariff terbaru, Trump telah memberlakukan biaya tambahan sebanyak 25% bagi besi baja dan aluminium yang diimpor ke Amerika Serikat. Hal ini memicu respons dari Kanada serta negara-negara di wilayah Eropa yang turut menetapkan kenaikan tariff sebagai bentuk pembalasannya kepada produk-produk eksporan AS.

Bursa saham di Amerika Serikat terpukul oleh peningkatan tensi perang tariff antara negara tersebut dengan partner perdagangannya. Hal ini mempengaruhi sentimen para investor dan menciptakan kecemasan bahwa dampak dari gonjang-ganjing harga bisa membawa Amerika Serikat, beserta Kanada dan Meksiko, menuju resesi ekonomi.

Pada saat yang sama, Goldman Sachs mengurangi perkiraannya untuk indeks S&P 500 di akhir tahun, sedangkan J.P. Morgan memperkirakan risiko resesi di Amerika Serikat makin tinggi.

Dengan penguatan pada hari Rabu, indeks S&P 500 berada 8,9% di bawah penutupan tertinggi sepanjang masa yang dicapai kurang dari sebulan yang lalu. Pada hari Senin, indeks acuan turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, yang dianggap sebagai level support yang signifikan, untuk pertama kalinya sejak November 2023.

IHSG Mengalami Penurunan 7,54% Sejak Tahun Ini, DPLK Pertalife Menyesuaikan Persentase Investasi di Saham

Pada tanggal 6 Maret, Nasdaq berbasis teknologi anjlok lebih dari 10% dibandingkan dengan puncak penutupannya pada 16 Desembar, menandakan bahwa indeks ini sudah memasuki fase koreksi mulai hari itu.

Saham Intel naik sebesar 4,6% menyusul laporan yang menunjukkan bahwa TSMC sudah mengajukan tawaran ke Nvidia, Advanced Micro Devices, serta Broadcom terkait kepemilikan saham di kemitraan bisnis untuk menjalankan fasilitas produksi milik perusahaan-perusahaan chip Amerika Serikat itu.

Saham PepsiCo jatuh sebesar 2,7% setelah Jefferies mengurangi peringkatnya menjadi "tahan" dari "beli".

Wakil-wakil rakyat di Capitol Hill masih berselisih pandangan tentang Rancangan Anggaran Sementara dengan harapan mencegah shutdown pemerintahan, hal ini semakin memperparah ketidakstabilan saat ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims