Persebaya Rugi karena Pemain Egosentris, Persib Cukup Lima Kemenangan untuk Jadi Juara Liga 1

UbiNewsPersib Bandung cukup memenangkan lima pertandingan dari sisa tujuh laga mereka untuk menjadi juara di Liga 1 musim 2024/25.

Berita baik untuk para Bobotoh, ketiganya tim yang bersaing dengan Persib Bandung di posisi empat teratas tidak berhasil mendapatkan skor sempurna.

Dewa United dikalahkan di markasnya oleh Borneo FC dengan hasil 0-1, meskipun mereka merupakan tim peringkat kedua.

Persija Jakarta bertanding hanya dengan sembilan pemain sehingga dikalahkan oleh Arema FC dan tidak mengikuti pertandingan pada minggu ke-27.

Tim peringkat ketiga, Persebaya Surabaja, tidak berhasil mendekati posisi teratas dalam tabel klasemen.

Pada Rabu (12/3/2025), Bajul Ijo menjamu tim limbung PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo.

Francisco Rivera sukses melewati ketiga bek lawan dan membuka kedudukan unggul 1-0 di paruh pertama.

Tetapi di menit-menit terakhir babak kedua, skor itu hilang karena sikap individualistik Marselino Ferdianus dan kesalahan Ernando Ari.

Oktafianus Fernando menggiring bola sendiri saat melakukan serangan satu lawan satu, sementara keempat teman satu timnya berdiri tanpa pengawalan di sebelah kiri dan kanannya.

Namun pemain 31 tahun itu bukannya mengumpan untuk memastikan gol kemenangan, malah memaksakan finishing sendiri.

Sepak bola mengalir lebar, PSIS mampu melakukan serangan akhir yang pada gilirannya menjadi bencana untuk kans juara Persebaya.

Di dalam tendangan sudut singkat tersebut, umpan diagonal dilepaskan menuju depan gawang dan Ernando berusaha menyambut si kulit bundar.

Sayang, postur pendek dan perhitungan yang kurang matang membuat bola tak bisa digapai kiper ketiga timnas Indonesia itu.

Septian David Maulana pun menghukum kesalahan Oktafianus dan Ernando dengan sebuah gol untuk membikin skor menjadi 1-1.

"Saya harus ambil tanggung jawab ini, dan tidak ada masalah permainan Persebaya."

"Jadi untuk pecinta Persebaya dan suporter semua, saya siap untuk mengambil tanggung jawab itu, dan saya siap disalahkan untuk pertandingan ini," kata Ofan.

Pelatih Paul Munster tidak setuju.

Namun saat memiliki kesempatan berkat pergantian tersebut, meski Ofan belum mampu melaksanakannya, ini adalah sepak bola," ungkap Munster.

"Tetapi ini sepak bola semua bisa terjadi dan meminta dukungan kepada semua teman-teman dan media untuk tidak menghukum Ofan."

Berbekal hasil itu, Persib menduduki posisi teratas di tabel dengan keunggulan delapan poin atas Dewa United dan sembilan poin lebih unggul daripada Persebaya.

Dengan sisa tujuh pekan, artinya Persib cukup mendapatkan lima kemenangan lagi untuk mengamankan gelar juara.

Angka keberhasilan tersebut mungkin akan berkurang mengingat Dewa dan Persebaya sering kali menyia-nyiakan poin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims