Profil Irjen Herry: Sang Ahli Kepolisian yang Tangguh dari Riau
UbiNews , PEKANBARU - Irjen Herry Heryawan adalah seorang yang tidak asing di kalangan penegak hukum. Dia dikenal karena perannya dalam menginvestigasi berbagai kasus penting, seperti kriminalitas, obat-obatan terlarang, dan teroris.
Saat ini, laki-laki yang lahir pada tanggal 23 Februari 1972 telah secara resmi diangkat oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolda Riau terbaru, mengambil alih posisi dari Irjen Mohammad Iqbal.
Penetapan tersebut termasuk dalam Surat Telegram Rahasia dari Kapolri dengan Nomor 488/III/2025 yang dikeluarkan pada tanggal 12 Maret 2025. Banyak pihak merasa hal ini cukup luar biasa.
Ternyata, Herry Heryawan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 pertama yang mengenakan pangkat Inspektur Jenderal atau dengan gelar bintang dua.
Ia mendapatkan jabatan tersebut pada tanggal 17 November 2023 dalam acara penghargaan promosi yang dikendalikan secara pribadi oleh Kapolri.
Namun, untuk orang-orang yang telah menyaksikan perkembangan karier Herry Haryanto, prestasinya tidak mengejutkan.
Tindakannya yang berani di bidang kepolisian dipenuhi cerita-cerita heroik yang membangkitkan rasa kagum bersamaan dengan tensi tinggi.
Salah satu momen yang paling terkenal ialah peranannya dalam menangkap John Refra alias John Kei.
Pada tanggal 17 Februari 2012, Herry memainkan peran krusial dalam penangkapan pemimpin gerombolan geng tersebut karena kasus merancang pembunuhan terhadap Nus Kei.
Pada saat penahanan, John Kei berusaha melawan sehingga Herry menembak bagian bawah tulang pahanya yang kanan agar dia tidak dapat bergerak lagi.
Tidak hanya John Kei, Herry pun mengawasi penahanan kepala wilayah Tanah Abang, Hercules, beserta dengan 44 orang pengikutnya. Ketika berperan sebagai Kepala Satuan Resmob Polda Metro Jaya, dia terkenal karena pendekatan kerasnya dalam memberantas aktivitas kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata yang menyebabkan ketakutan di kalangan warga.
"Prinsip Herry adalah tidak adanya ruang untuk para penjahat yang merusak kenyamanan," begitu beliau percaya.
Dia pernah menghabisi salah satu orang kepercayaan Hercules di Cengkareng saat melakukan operasi penumpas mafia.
Di luar perlawanan terhadap premanisme, Herry turut serta dalam mengungkap kasus narkoba paling besar yang pernah ada di Indonesia.
Pada Juli 2017, dia menjadi bagian dari Satuan Tugas Merah Putih yang sukses mencegah penyelundupan 1 ton narkoba jenis shabu-shabu di daerah Anyer, Banten.
Tak berhenti di situ, namanya juga muncul dalam kasus-kasus kriminal yang menyita perhatian publik.
Satu contohnya adalah kasus pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin yang melibatkan kopi berbaur dengan sianida.
Pada waktu tersebut, Herry berperan sebagai Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya dan menjadi bagian dari tim yang menyelidiki kasus besar yang mencengangkan negara ini di tahun 2016.
Kemudian, ada pula insiden penangkapan Richard Muljadi, keturunan dari konglomerat Kartini Muljadi, yang tertangkap sedang mengonsumsi narkoba di sebuah rumah makan dalam area SCBD, Jakarta. Kejadian ini bersifat kebetulan karena Herry tengah berada di tempat tersebut pada malam hari, tanggal 22 Agustus 2018.
Herry Heryawan menyita mayoritas karirnya di ranah reserse.
Herry telah menyandang posisi sebagai Kasat Reskrim Tanjungpinang, Polda Kepri, kemudian melanjutkan karirnya di Polda Metro Jaya dengan menjabat sebagai Kasubdit Jatanras, Wadirreskrimum, sampai akhirnya menjadi Kapolresta Depok.
Selanjutnya, ia dipindahkan ke Kementerian Dalam Negeri sebagai Asisten Spesial bagi Menteri Dalam Negeri dan berkolaborasi dengan Jenderal (Purn) Tito Karnavian yang lebih senior dalam polisi dan sekarang menjadi Menteri Dalam Negeri.
Meskipun pernah berada di luar lapangan, semangat seorangrese masih terpatri dalam dirinya.
Sekarang, setelah mendapatkan tugas baru sebagai Kapolda Riau, masyarakat antusias melihat langkah-langkahnya di wilayah Bumi Lancang Kuning.
Melihat catatan kerjanya yang kuat dan kaya akan tindakan, Riau tampaknya akan mendapatkan seorang Kepala Polisi yang tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan daerah, namun juga gigih dalam menyelesaikan kasus-kasus kriminal besar.
Mungkin di masa mendatang, Herry Heryawan akan mengukir catatan baru dengan pembongkaran skandal berikutnya. Hanya waktu yang akan memberikan jawaban.
Tetapi satu hal yang jelas, berkat kebraniannya serta catatan kerjanya, nama Herry Heryawan akan tetap dianggap penting dalam ranah penegak hukum Indonesia. (mcr36/jpnn)
Komentar
Posting Komentar