Puasa Tanpa Sahur: Apa Risikonya dan Bagaimana Cara Melakukannya dengan Aman?

UBINews - Memulai sahur bisa menjadi suatu tantangan khusus bagi sebagian orang yang hobi begadang atau kesulitan untuk terbangun di pagi hari.

Sebagian orang memilih untuk tidak makan sahur namun tetap melanjutkan puasanya hingga adzan maghrib dikumandangkan.

Beberapa lagi mengakali dengan makan dengan porsi besar sebelum tidur, dengan harapan dapat melewatkan waktu sahur tanpa kelaparan nantinya.

Apakah puasa tanpa sahur itu aman atau justru membahayakan?

Bahaya puasa tanpa sahur

Dr. dr. Tan Shot Yen, seorang Dokter dan Spesialis Gizi Masyarakat, menyebutkan bahwa melewatkan waktu sahur saat puasa dapat membahayakan kesehatan.

"Kondisi ini tidak aman sehingga disarankan untuk sahur menurut agama. Karena mustahil jika perut dalam keadaan kosong selama lebih dari 18 jam," jelasnya ketika ditanyai. UBINews (18/3/2025).

Menurut keterangannya, makan dalam porsi banyak saat berbuka lalu melewatkan makan sahur juga berbahaya untuk kesehatan. Sebab, proses pencernaan hanya memakan waktu tiga jam.

"Lagipula bila membuka puasa dengan makanan manis setelah berpuasa selama 18 jam, akan timbul efek Yo-yo pada kadar insulin karena pola makannya seperti itu," jelasnya.

Dilansir dari UBINews (28/2/2025) Pola makan yo-yo atau diet yo-yo terjadi saat berat badan mengalami fluktuasi besar dalam periode pendek.

Polanya hampir sama seperti perilaku orang yang berpuasa tanpa sarapan di pagi hari lalu langsung memakan hidangan manis ketika waktu berbuka tiba.

Efek bahaya dari pola makan ini adalah lemak di dalam tubuh akan mengalami kenaikan saat berat badan bertambah.

Akan tetapi, kuantitas lemak di dalam tubuh kebanyakan tidak berubah atau stabil, namun ukuran fisiknya saja yang membesar.

Selanjutnya, sel lemak dapat mengalami hipertrofi (pembesaran ukuran sel) dan hiperlasia (penambahan jumlah sel).

Lemak tubuh yang bertambah dapat menyebar ke berbagai organ tubuh seperti liver dan pankreas.

Lemak tersebut dikenal dengan lemak perut atau lemak visceral.

Apabila pertambahan lemak tak dapat dikendalikan akibat pola makan Yo-yo tersebut, maka risikonya adalah timbulnya masalah pada sistem metabolisme serta penyakit jantung dan pembuluh darah. Inilah yang menjadikan diet Yo-yo berbahaya.

Maka dari itu, mengonsumsi sahur menjadi bagian vital dalam menjamin pola makan yang baik serta mencegah timbulnya gangguan pola makan berupa Yo-yo.

Efek puasa tanpa sahur bagi tubuh

Dilansir dari UBINews (28/2/2025), di bawah ini adalah dampak negatif dari puasa tanpa makan sahur terhadap kondisi fisik Anda.

  • Menyebabkan dehidrasi

Berpuasa tanpa sahur menyebabkan tubuh lebih mudah dehidrasi.

Dehidrasi adalah kondisi kekurangan asupan cairan tubuh. Dehidrasi menyebabkan tubuh lemas, kesulitan fokus, serta tekanan darah rendah.

Saat berbuka puasa, sebaiknya konsumsi minimal dua cangkir air putih (setiap cangkir berisi 230 ml).

Disarankan pula untuk memasukkan makanan dengan kandungan air tinggi ke dalam diet, seperti sop ayam, berbagai jenis sayuran, dan buah-buahan.

Pada saat bersamaan, disarankan agar menghindari konsumsi minuman dengan efek diuretik (menyebabkan frekuensi buang air kecil lebih sering), seperti halnya teh dan kopi.

  • Menyebabkan kekurangan energi

Karena kurangnya pasokan tenaga, badan yang berpuasa tanpa makan sahur cenderung cepat letih dan lesu.

Oleh karena itu, disarankan untuk makan sahur agar dapat memaksimalkan persediaan energi tubuh saat bulan Ramadhan.

Makanan yang disarankan untuk dikonsumsi ketika berbuka puasa adalah makanan yang memiliki karbohidrat kompleks, contohnya nasi merah, oatmeal, serta kentang.

  • Berat badan turun drastis

Tidak melakukan sahur menyebabkan tubuh kekurangan pasokan kalori yang diperlukan saat puasa.

Itu menyebabkan tubuh menguraikan lemak dan protein untuk dijadikan sumber energi.

Berikutnya, akibat dari tidak sahur sebelum menjalankan puasa adalah penurunan berat badan yang signifikan.

Apabila diteruskan tanpa henti, hal ini bisa menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan dan dapat mengganggu kondisi kesehatan fisik seseorang.

  • Menurunkan daya tahan tubuh

Efek satu ini dapat terjadi karena tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi untuk sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh rentan terkena penyakit.

Penyakit yang rentan dialami terkait menurunnya daya tahan tubuh, yaitu diare, nyeri tenggorokan, sembelit, dan flu.

  • Penurunan gula darah (hipoglikemia)

Sahur saat berpuasa berguna untuk mencegah terjadinya sindrom metabolik, seperti gangguan gula darah, obesitas, tekanan darah, dan kolesterol.

Saat tidak sahur terjadi risiko hipoglikemia dengan gejala, seperti pusing, gemetar, keringat dingin, kejang, lemas, hingga penurunan kesadaran.

Selain itu, masih terdapat risiko masalah kesehatan lain akibat berpuasa tanpa sahur, seperti menyebabkan asam lambung naik, menurunkan masa otot, serta membuat keseimbangan tubuh terganggu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims