Resep Bakwan JSR: Menu Buka Puasa yang Lebih Sehat versi dr. Zaidul Akbar, Kurangi Tepung
UbiNews - Dokter Zaidul Akbar, pakar kesehatan yang mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW, menyajikan saran tentang menu buka puasa serta sahur yang sehat untuk bulan Ramadan tahun 2025.
Satu hidangan yang dapat dinikmati pada waktu sahur maupun buka puasa, disajikan oleh Zaidul Akbar, adalah bakwan JSR.
Dr Zaidul Akbar mengatakan bahwa membuat resep bakwan JSR di rumah sangat sederhana dan praktis. Selain enak, hidangan ini juga sehat serta memiliki ciri khas yang membedakannya dari bakwan pada umumnya.
Kini sudah masuk Bulan Ramadhan tahun 2025, di mana para Muslim dituntut untuk menjalankan kewajiban berpuasa.
Perintah puasa di bulan Ramadhan selama sebulan penuh atau kurang lebih 30 hari. Dalam berpuasa bertujuan menahan hawa nafsu, di antaranya tidak makan dan minum di siang hari.
Persyaratan Pembayaran Zakat Fitrah Menggunakan Uang untuk Umum Islam, Buya Yahya Jelaskan Jumlahnya Berdasarkan Syariat
54 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Angin Kekar, Atap Terpelosok dan Dipatahkan Pohon, Rugi Capai Ratusan Juta
Di luar mendapatkan ganjaran, ibadah puasa pun membawa dampak positif bagi kesehatan fisik karena dengan mengendalikan asupan makanan bisa menhindari beberapa jenis penyakit.
dr Zaidul Akbar mengingatkan di bulan Ramadhan kali ini agar dapat mengganti kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat.
"Merombak rutinitas memasak menggunakan minyak secara berlebihan lalu berganti ke tepung terigu, oleh karenanya saya ingin menyajikan formula masakan alternatif, semoga memberi manfaat, bahannya juga sehat serta gampang ditemukan," ungkap dr Zaidul Akbar seperti dilansir dari saluran YouTube JSR Store.
Resep bakwan JSR yang disebutkan tidak memakai tepung terigu, seperti halnya dengan bahannya standar dalam membuat bakwan biasa.
Resep Bakwan JSR
Bahan-bahan:
1. Telur
2. Kol ungu
3. Wortel
4. Kucai
5. Minyak kelapa
6. Cabai hijau
Cara pembuatan:
1. Tambahkan satu butir telur ke dalam suatu wadah seperti mangkok.
2. Masukkan wortel dan kol ungu ke dalam mangkuk yang berisi telur, kemudian campur hingga merata.
3. Hidupkan kompor dan aturlah api untuk memanaskan wajan, lalu tuangkan secukupnya minyak kelapa.
4. Lalu tuang adonan bakwan tadi ke dalam wajan, masak hingga matang.
5. Sesudah masak, sajikan langsung saat masih hangat.
Menurut Dr. Zaidul Akbar, salah satu bahan yang dapat digunakan adalah wortel. Ketika diproses dengan memasak menggunakan air mendidih, mengukus, ataupun menggoreng dalam minyak sehat, kandungan vitamin A pada wortel akan lebih mudah dilepaskan dan diserap oleh tubuh. Hal ini serupa dengan tomat di mana saat dipanaskan, zat lycopene-nya menjadi lebih terlarut, sehingga memberikan manfaat gizi maksimal bagi tubuh.
Kucai ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan karena merupakan salah satu sayuran yang kaya akan serat dan amat bagus untuk memperkuat fungsi jantung.
Dalam resep bakwan JSR, Anda dapat mencampur kucai dalam adonannya atau menaburnya di atas bakwan setelah gorengan tersebut matang.
Dr Zaidul Akbar mengatakan bahwa memasak makanan yang sehat itu sederhana, karena bahannya mudah ditemukan di pasar atau supermarket.
"Bakwannya dapat dinikmati bersama cabai, lezat dan praktis, resep ini bisa diolah apabila kalian masih belum siap mengurangi konsumsi gorengan, serta sebagai alternatif adalah penggunaan bahan bukan tepung terigu dalam pembuatan aneka makanan," jelas Dr Zaidul Akbar.
Dr Zaidul Akbar menyatakan bahwa pada saat berpuasa, tingkat insolin dalam tubuh menurun. Oleh karena itu, ketika Ramadan dilihat dari aspek fundamental, dapat dipandang sebagai periode pembersihan atau penyegelan hormon. Ini disebabkan oleh fakta bahwa selama 11 bulan sebelumnya, baik makanan yang bergizi maupun tidak semuanya dikonsumsi tanpa terkendali.
Akibat dari berpuasa, suatu misteri terwujud yang tidak banyak orang ketahui; yaitu tubuh akan mengonsumsi glikogen sebagai cadangan glukosa sebelum akhirnya membakar lemak penyimpanan.
Dia menambahkan bahwa orang yang ikhlas dalam berniat puasa akan merasakan kekuatan atau energi yang luar biasa.
"Mengapa begitu? Saat sahur, seolah-olah berita mengabarkan bahwa dalam tubuh tak terdapat lagi makanan, dan boleh menggunakan stok makanan yang tersedia seperti glukosa, glikogen, atau lemak. Inilah kunci dari puasa," jelasnya.
Dr Zaidul Akbar membandingkan stok makanan dalam tubuh dengan bahan bakar pada tangki kendaraan yang dilengkapi dengan reserve.
Agar bahan bakar di tangki cadangan terpakai maka jangan berhenti di rest area. Ini artinya adalah sama dengan orang yang berpuasa tak mendapat makanan tambahan seharian penuh.
"Kalau lemak sudah dipakai sebagai bahan bakar, satu atau dua sendok minyak zaitun diminum di pagi hari Insya Allah sampai sore akan powerful," tukas dr Zaidul Akbar.
( UbiNews )
Komentar
Posting Komentar