Syarat THR bagi Pengemudi Ojol yang Sering Diprotes
JAKARTA, UbiNews – Keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan perusahaan aplikasi layanan transportasi berbasis daring (ojol) menyediakan tunjangan hari raya (THR) bagi para sopir menerima respons yang baik.
Meskipun demikian, saat memberikan THR kepada para pengemudi ojek online, ada beberapa ketentuan yang perlu dirancang supaya dapat memenuhi kriteria tersebut.
Berikut ini merupakan kriteria yang telah disusun agar bisa mendapatkan THR sebagai driver ojek online:
1. Mengirimkan setidaknya 250 perjalanan dalam sebulan.
2. Harus online paling tidak sembilan jam sehari.
3. Memelihara rasio penyelesaian pesanan yang optimal.
4. Menjaga agar peringkat pengemudi tetap tinggi.
5. Tidak menyalahi aturan moral dari program tersebut.
Meskipun begitu, bagi beberapa supir, kriteria untuk mendapatkan THR malah menjelma sebagai hambatan tersendiri.
Seorang pengemudi ojek online bernama Rahmat (33) mengungkapkan bahwa meski ia menyambut baik ide tentang pemberian THR, tetapi ada beberapa ketentuan yang memberinya beban tambahan.
"Syukur Alhamdulillah, namun tetap ada ketentuan yang harus dipenuhi," kata Rahmat ketika ditemui di daerah Manggarai, Jakarta Selatan, pada hari Selasa, 11 Maret 2025.
Rahmat menyebutkan bahwa walaupun para pengemudi berusaha bekerja ekstra keras untuk memenuhi persyaratan tersebut, kenyataanya tidak semua dari mereka dapat selalu menjaga standar yang telah ditentukan.
"Saya berusaha semaksimal mungkin, namun terkadang tidak selalu berhasil mendapatkan 250 perjalanan dalam satu bulan. Permintaan untuk waktu online juga seringkali cukup challenging, apalagi jika menghadapi hambatan di jalur," ungkap Rahmat.
Dina (29) pengendara lain pun mengalami perasaan serupa.
Menurut dia, ketentuan yang berlaku saat ini tak merepresentasikan situasi nyata di lapangan, tempat berbagai elemen memengaruhi total perjalanan serta waktu kerja para driver ojek online.
Menurut Dina, "Saya rasa ketentuan tersebut cukup memberatkan. Sebagai contoh, sesekali kami menghadapi tantangan dalam pencarian penumpang saat sedang bepergian, atau mungkin perlu menunggu dengan waktu yang lama. Sementara itu, kami masih dituntut untuk meraih sasaran yang telah disepakati."
Walaupun begitu, para pengemudi ojek online menginginkan adanya solusi supaya mereka bisa menerimaTHR tanpa perlu melewati sejumlah syarat yang menyulitkan.
Mereka pun mengharapkan bahwa perusahaan aplikasi ojek online dapat lebih mengetahui hambatan-hambatan yang dialami oleh para supir saat beroperasi sehari-hari.
Perlu diingat bahwa Prabowo juga menyatakan pentingnya memberikan THR bagi para ojek online sebagai bentuk tunai, sambil memperhatikan tingkat aktivitas supir dalam menerima pesanan.
Putusan tersebut terjadi usai belasan driver ojek online melancarkan protes di sekitar Monumen Kuda, Jakarta Pusat, pada hari Kamis (27/2/2025). Mereka meminta adanya pembayaranTHR serta pencabutan program SLOT yang dinilai merusak kepentingan mereka.
( Reporter: Shinta Dwi Ayu | Editor: Abdul Haris Maulana
Komentar
Posting Komentar