Timnas Indonesia Kalah Tiga Kali di Paruh Pertama, Situasi Langka Sejak Tragedi 10 Gol di Bahrain

UBINews Timnas Indonesia memulai pertandingan dengan catatan buruk dan mengulangi kembali rekornya yang suram dari 13 tahun lalu saat berhadapan dengan Australia pada babak Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Peluncuran Patrick Kluivert sebagai juru taktik tim nasional Indonesia diselimuti kegaduhan.

Bermain di kandang Tim Nasional Australia di Stadion Allianz Sydney pada hari Kamis, tanggal 20 Maret 2025, Singa Garuda mengalami ketertinggalan yang cukup besar dengan skor 0-3 saat paruh pertama.

Sebenarnya, Indonesia memiliki peluang yang baik untuk memimpin lebih awal dalam pertandingan matchday 7 babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 grup C ini.

Hanyalah, tendangan penalti milik Kevin Diks tidak berhasil lantaran mengenai mistar gawang.

Gagal kali ini membuat Marselino Ferdinan dan kawan-kawannya kehilangan peluang emas.

Australia mencuri momentum dan terbukti mewujudkannya dengan gelontoran tiga gol ke gawang Maarten Paes.

Secara beruntun Socceroos mendapatkan gol lewat penalti Martin Boyle plus dua lesakan dari Nishan Velupilay dan Jackson Irvine.

Tertinggal tiga gol menghasilkan catatan negatif untuk tim nasional Indonesia.

Jika hanya menghitung laga kualifikasi Piala Dunia saja, ini menjadi kali pertama dalam 13 tahun terakhir gawang timnas Indonesia kebobolan minimal tiga gol menjelang istirahat babak kedua.

Berdasarkan informasi dari Soccerway, terakhir kalinya Timnas Indonesia tertinggal tiga gol atau lebih pada paruh pertama terjadi dalam insiden skor telak 10-0 yang berlangsung di tanah rumput Bahrain.

Kala itu, 29 Februari 2012, kedua tim berlaga dalam partai Kualifikasi Piala Dunia 2014 di Bahrain National Stadium.

Indonesia sudah mendapatkan kerugian pada menit ketiga akibat kartu merah kiper Syamsidar.

Setelah digantikan oleh penjaga gawang pengganti yaitu Andi Muhammad Guntur, gawang tim Merah-Putih terbobol empat kali di paruh pertama permainan tersebut.

Masing-masing via penalti Ismail Abdullatif (5'), lesakan Mohammed Al Alawi (16'), dan dua gol Mahmoud Abdulrahaman (35'-pen., 42').

Setelah kelar istirahat, badai gol makin deras disarangkan timnas Bahrain ke pertahanan Diego Michiels dkk.

Enam gol susulan mereka ciptakan pascajeda sehingga membuat skor 10-0 lahir untuk kemenangan Bahrain.

Hasil buruk itu melahirkan rekor kekalahan terbesar dalam sejarah timnas Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims