Trump Jamin Warga Palestina di Gaza Tak Akan Diusir, Tolak klaim Israel
UbiNews WASHINGTON DC – Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa tak seorangpun warga Palestina akan dipindahkan dari Gaza apabila rencana pengambilalihan daerah tersebut sukses dilaksanakan.
"Trump menyatakan bahwa tidak ada pihak yang akan memulangkan penduduk Palestina," ketika merespon pertanyaan para jurnalis pada acara menerima tamu pimpinan Irlandia Michael Martin di Ruangan Oval.
Ketika Menteri sayap kanan Israel Bezalel Motrich menyampaikan pernyatannya pada hari Minggu (9/3), ia mengumukkan bahwa Tel Aviv berencana mendirikan kantor 'Otoritas Imigrasi' baru di bawah naungan Kementerian Pertahanan. Tujuan pembentukan ini adalah untuk memfasilitasi pengelolaan warga Palestina yang direlokasikan dari wilayah Gaza, sebagaimana dilansir oleh beberapa sumber media. Hal tersebut pun menjadi latar belakang bagi keluarnya pernyataan Donald Trump.
Dia mengatakan rencana tersebut mendapat dukungan dari pemerintahan Trump.Trump Mengambil Kekuasaan, Amerika dan Hamas Melakukan Dialog Secara Langsung tanpa Mediator
"Banyak petinggi pemerintah berkali-kali menegaskan kepadaku, 'Kita tak bakal biarin separo jutaan orang Nazi numpuk di seberang pagar,' " ungkap Motrich sambil merujuk pada penduduk Palestina yang bertempat di Gaza.
"Dulu, berbicara tentang orang-orang yang meninggalkan Gaza adalah hal yang tabu, tetapi sekarang orang-orang yang gila adalah yang paling realistis," ujar dia melanjutkan.
"Tidak hanya realistis, tetapi itu satu-satunya rencana yang realistis," tambahnya, menurut surat kabar Washington Post.
Pihak berwenang itu, yang hingga menyebut tidak adanya penduduk Palestina, menjelaskan bahwa Tel Aviv tengah bekerjasama dengan administrasi Amerika Serikat dalam memilih negara tujuan bagi warga yang terpaksa melarikan diri dari Gaza.Donald Trump Mundur, Amerika Serikat Hentikan Bantuan Militer ke Ukraine
Ide yang cukup menusuk itu muncul sesudah Trump mencetuskan pada bulan Februari agar Amerika Serikat menguasai Gaza, memaksa penduduk Palestina meninggalkan negeri mereka sendiri, dan kemudian menetapkan mereka di lokasi lain.
Rencana tersebut telah mendapat kritikan berkelanjutan dari banyak negara di seluruh dunia karena dinilai seperti sebuah tindakan pemurnian etnik. (ant/dil/jpnn)
4 Orang Warga Negara Indonesia Menjadi Korban Kebijakan Donald Trump, Salah Satunya Dideportasi
Komentar
Posting Komentar