5 Kebiasaan Sehari-Hari yang Justru Merusak Kemampuan Mengingat Anda

UbiNews - Daya ingat akan menurun seiring bertambahnya usia. Namun, ada faktor lain yang bisa mempercepat penurunan fungsi otak, sehingga membuat Anda mudah lupa.

Walau tidak menjadi faktor tunggal, ternyata menerapkan beberapa kebiasaan dapat mengurangi fungsi kognitif individu tersebut.

Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui kebiasaan apa saja yang perlu dihindari demi menjaga kesehatan dan meningkatkan daya ingat otak.

Sebelum menyimak beberapa kebiasaan yang bisa membuat daya ingat menurun, kenali dulu faktor yang bisa memengaruhi salah satu tolok ukur kemampuan berpikir ini.

Hal-hal yang berpengaruh terhadap kemampuan mengingat

Beberapa elemen inherent bisa berdampak pada kemampuan mengingat individu, di antaranya ialah tahap kehidupan mereka.

Mengacu pada pernyataan professor dalam bidang ilmu saraf klinik dan rehabilitasi dari Universitas Medisin dan Ilmu Kesehatan George Washington di Amerika Serikat yaitu Richard Restak, kemampuan mengingat secara bertahap memburuk sejak masa awal tiga puluhan.

Menurut pakar psikiater dari Hackensack University Medical Center di New Jersey, Gary Small, penurunan kemampuan memori dapat pula terjadi pada usia sekitar dua puluh tahun.

Dikutip dari Livestrong Kondisi alamiah ini terjadi akibat penipisan otak, yang mengakibatkan memori berkurang sekitar dua persen tiap sepuluh tahunnya.

Selain itu, daya ingat juga dipengaruhi faktor stres atau tekanan berlebihan dan pola makan yang minim nutrisi alias tidak sehat.

Di luar usia dan gaya hidup tidak sehat, beberapa kebiasaan tanpa disadari juga dapat membuat daya ingat menurun.

Kebiasaan yang bisa membuat daya ingat menurun

Dikutip dari Huffpost dan CNBC , terdapat sejumlah kebiasaan yang apabila dikerjakan secara rutin bisa mengurangi kemampuan memori, diantaranya adalah:

1. Multitasking

Saat kita mengamati hal tertentu, bagian otak yang aktif yaitu korteks prefrontal. Akan tetapi, sayangnya kapabilitas dan kinerja dari area ini beserta daya tahan fokus cenderung merosot sejalan dengan bertambahnya usia.

Selain itu, kebiasaan multitasking Atau melakukan berbagai tugas secara bersamaan ternyata dapat mempercepat penurunan atau merusak fungsi korteks prefrontal.

Menurut Profesor Ilmu Psikologi dan Neurologi dari Universitas California di Amerika Serikat, Charan Ranganath, multitasking dapat menghancurkan memorinya dan menjejalkan beban pada fungsi korteks prefrontal.

Habit ini bisa menghabiskan banyak energi, padahal energi tersebut sebaiknya digunakan untuk mendukung pembentukan memori yang solid.

Seperti halnya Ranganath, ahli psikologi kesehatan dari Florida yang juga pencipta Metode Master Stress, yakni Julia Kogan, menyampaikan bahwa, multitasking dapat mengurangi efisiensi serta menyebabkan kesulitan dalam berpikir jernih.

"Jika keadaan mental belum siap untuk menerima informasi, kita cenderung tidak sepenuhnya mengabsorpsi detail tersebut dan berpotensi lebih cepat melupakan hal-hal yang telah dipelajari," kata Kogan.

Untuk mencegah kejadian tersebut, Anda dapat mengambil waktu istirahat dari tugas dengan meluangkan waktu untuk meditasikan diri, berkelana di alam terbuka, atau mengejar hobi yang dapat memulihkan pikiran.

Kogan pun merekomendasikan agar bekerja pada satu pekerjaan secara berturut-turut menggunakan teknik 45 menit. Untuk waktu 45 menit tersebut, fokuskan diri hanya pada satu tugas saja, kemudian beristirahat sejenak antara 5 hingga 10 menit di pertengahan sesi.

2. Kurang tidur

Tidur memberikan berbagai keuntungan bagi kesehatan, di antaranya adalah memperkuat kemampuan mengingat pada otak. Sebagaimana disebutkan oleh National Institute of Health Kurang tidur dapat mengurangi 40% kemampuan otak dalam mempelajari sesuatu yang baru.

Hal itu akan mempengaruhi bagian hipokampus yang bertugas untuk membentuk memori baru pada otak.

"Tahapan tidur tertentu dikaitkan dengan penguatan memori, yaitu proses informasi baru yang diserap oleh otak akan diubah menjadi memori jangka panjang," jelas psikolog dari Hope for Depression Research Foundation, Michele Goldman.

Beberapa hal yang bisa dilakukan agar pola tidur Anda tidak terganggu, yakni mengurangi menatap layar ponsel maupun laptop, membatasi minuman berkafein, serta alkohol.

3. Jarang melakukan latihan fisik dan kurang gerakan aktivitas sehari-hari

Olahraga adalah kegiatan yang bisa menjaga kesehatan tubuh, termasuk daya ingat.

Dengan berolahraga, alirah darah ke otak bbisa meningkat, sehingga membantu melindungi sel-sel di dalamnya.

Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh University of California tahun 2018 menunjukkan, korelasi antara kurang gerak dengan penipisan beberapa bagian otak yang penting untuk memori.

Apabila Anda belum terbiasa dengan aktivitas olahraga dan kurang bergerak, secepatnya luangkan waktu untuk meningkatkan mobilitas dan merancang jadwal latihan agar dapat memperkuat kemampuan mengingat.

4. Dampak Negatif Obat Tertentu

Obat-obatan seperti antidepresan, obat anti-alergi, dan pengatur tekanan darah dapat berpengaruh pada kemampuan mengingat hal-hal, dikarenakan efek penenang yang mereka miliki.

Obat penenang dapat mengurangi sensitivitas Anda terhadap stimulasi eksternal dan juga berpengaruh pada kemampuan berfikir serta proses kognitif lainnya.

Berbagai jenis obat lainnya yang dapat menyebabkan kecenderungan untuk mengalami hilang memori meliputi benzodiazepine, statin atau pengurangi kadar kolesterol, obat anti epilepsi, analgesik opioid, hipotenuse inhibitor, serta agen untuk menangani inkontinensia urin. Semua ini memiliki potensi untuk memberikan efek samping berupa gangguan ingatan.

Mengacu pada pernyataan neuropsikolog dari Universitas Columbia, Sanam Hafeez, terdapat beberapa jenis obat yang dapat mengganggu kemampuan memori saat diambil. Akan tetapi, ada pula yang mungkin memiliki dampak jangka panjang.

Walau sebagian obat bisa menyebabkan penurunan memori, jangan sembarangan berhenti atau menukar obat tersebut tanpa nasihat dari dokter.

Apabila efek samping tersebut dirasakan cukup ganggu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter guna memperoleh anjuran pengobatan alternatif yang memiliki dampak samping lebih rendah.

5. Merokok

Merokok adalah salah satu kebiasaan yang harus dikurangi untuk mempertahankan kemampuan mengingat dan kesejahteraan tubuh secara menyeluruh.

Valentina Dragomir, yang merupakan psikoterapis serta founder dari PsihoSensus Therapy and Academy, menyatakan bahwa merokok dapat menghambat dan menciderai pembentukan sel-sel baru dalam hippocampus, area otak yang bertanggung jawab atas penghasilan sel-sel otak baru.

Studi yang terbit di The Journal of Nuroscience Pada tahun 2002 sebelumnya telah mengindikasikan bahwa paparan nikotin dalam waktu lama bisa merusak sistem otak terkait dengan belajar dan ingatan.

Merokok dapat menghambat kerja paru-paru serta jantung, yang membuat proses pengiriman oksigen menuju otak menjadi lebih lambat.

"Otak akan mengalami penurunan fungsi jika kurang oksigen," jelas dia.

Berikut ini adalah beberapa faktor dan kebiasaan yang dapat menyebabkan penurunan kemampuan mengingat. Jika Anda kerap melakoni rutinitas tersebut, cobalah untuk membatasi dengan perlahan-lahan dan kelola agar keterampilan menghafalkan menjadi lebih baik lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims