7 Tips Agar Kue Kering Lebaran Anda Tetap Renyah dan Tak Terciduk

UbiNews , Jakarta - Lebaran identik dengan aneka kue kering Seperti nastar, putri salju, kastengel, sampai sagu keju. Tetapi, terkadang kue kering buatan rumahan cepat rusak ketika dipegang atau disimpan. Ini mungkin dikarenakan oleh pengukuran bahan yang tidak tepat serta cara membuatnya.

Untuk menjaga kue tetap renyah namun tak mudah remehkan, terdapat sejumlah metode yang penting dijalankan, mulai dari penentuan bahannya sampai ke prosedur panggangan yang benar. Perhatianlah panduannya untuk menciptakan kue kering idul fitri tanpa gampang runtuh seperti dikemas dari pelbagai referensi.

Tips Membuat Kue Kering Lebaran

1. Pilihlah tepung yang sesuai

Agar menghasilkan kue kering yang baik, penting sekali memperhatikan jenis tepung yang dipakai, sebab tidak setiap merek atau tipe tepung sesuai untuk pembuatan kue tersebut.

Mengutip dari buku Kue Kering Terfavorit Karya oleh R. Adie Wibowo bersama Susiasih Handayani, terdapat berbagai jenis tepung yang dapat dipakai dalam pembuatan kue kering, yaitu tepung dengan kadar protein rendah, tepung dengan kadar protein menengah, serta tepung serba guna. self raising flour Yang umumnya telah diperkaya dengan pengembang dan garam. Pilihan tepung dapat disesuaikan berdasarkan keperluan.

2. Amati Perbedaan Antara Margarin dan Butter

Salah satu teknik penting yang perlu dipertimbangkan saat memproduksi kue kering yang enak dan gurih adalah rasio antara margarin dan butter.

Menggunakan hanya mentega dapat menyebabkan kue menjadi rapuh dan gampang patah, sehingga diperlukan tambahan margarin untuk meningkatkan kekuatannya. Rasionya yaitu 2 bagian margarin dan 8 bagian mentega.

3. Gunakan Mentega yang Dingin

Pastikan untuk menggunakan mentega yang telah menghangat atau simpan sebentar dalam lemari es. Mentega yang dingin akan membantu kue kering menjaga bentuk aslinya serta lebih tahan terhadap kerusakan ketika dipanaskan.

4. Menambahkan Tepung Maizena

Maizena berguna untuk meminimalkan jumlah gluten dalam adonan dan dapat menyumbang teksuran yang garing pada cookies. Anda mungkin ingin mencampur hingga 50-100 gram Maizena untuk tiap 500 gram tepung terigu. Ingatlah bahwa pengukuran harus akurat dan jangan sampai melebihi ataupun kurang dari yang diperlukan.

5. Pengukuran Telur Perlu Tepat

Porsi penggunaan telur dalam pembuatan kue kering perlu tepat sesuai anjuran. Sebagaimana diuraikan dalam buku 'Kue Kering Terfavorit' oleh R. Adie Wibowo dan Susiasih Handayani, bagian putih telur berfungsi sebagai perekat bahan-bahan lainnya, menjadikan struktur kuenya semakin kenyal. Di sisi lain, kuning telur dapat memberi efek keriting pada campuran adonan kue kering tersebut. Penting sekali untuk selalu menggunakan telur segar agar hasil akhir maksimal.

6. Memanggang pada Temperatur Yang Sesuai

Temperatur yang sesuai untuk memanggang kue kering berkisar antara 150-170°C dengan durasi sekitar 15-20 menit. Apabila suhunya terlalu panas, permukaannya akan cepat masak namun bagian dalamnya menjadi keras dan gampang patah. Pastikan juga Anda telah menghangatkan oven lebih dulu sehingga temperatur di dalam mencapai kesetabilan.

7. Biarkan Kue Diam Sebelum Dipindahkan

Setelah kue kering siap, lebih baik jangan langsung dimasukkan ke dalam wadah. Biarkan terlebih dahulu kue dingin di rak penggembak udara sampai menyentuh temperatur ruangan.

Setelah kering, Anda dapat menyimpannya di dalam wadah tertutup untuk menjaga tekstur tetap baik.

5 Ragam Kue Kering untuk Menu Hari Raya Lebaran

KUE KERING KESELURUHAN FAVORITE | TEMPO

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims