Adik Bongkar Alasan di Balik Kematian Ray Sahetapy
JAKARTA, UbiNews Adik laki-laki dari Ray Sahetapy, Charly Sahetapy, membongkar penyebab kematian saudara kandungnya tersebut.
Charly menyebut bahwa Ray telah wafat akibar dari komplikasi kesehatan. Sebelumnya, Ray pernah menjalani rawatan selama sebulan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soobroto terkait dengan masalah komplikasinya tersebut.
"Komplikasi dirawat di rumah sakit sejak tanggal 3 Maret dan diboyong oleh saya ke fasilitas tersebut karena sudah menjadi waktu yang tepat. Usaha telah dilakukan untuk menyembuhkannya namun takdir Allah berbeda, sehingga pada akhirnya beliau pulang," jelas Charly saat menghadiri acara pemakaman di Rumah Duka Sentosa, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2025).
Charly menyebutkan bahwa keadaan Ray telah memburuk sejak dia didiagnosis dengan penyakit diabetes pada tahun 2017.
Selanjutnya, Charly mengalami serangan strok pada Juli 2023 karena diabetes yang dideritanya.
"Sejak 2017, mungkin beberapa di antara Anda telah melihat bahwa jalanannya sudah tidak normal dan kurang bersemangat dibandingkan dengan sebelumnya. Dia mengalami serangan strok pada Juni-Juli tahun 2023," ujar Charly.
"Oleh karena itu, kita terus mencoba merawatnya agar dia dapat pulih seperti sedia kala," jelas Charly.
Charly menyebutkan bahwa Ray telah berulang kali datang ke rumah sakit dalam rangka pemulihan dari kondisi kesehatannya yang kompleks.
Salah satunya, Ray pernah dibawa ke rumah sakit karena tersedak makanan.
"Ada kalanya dia sempat terkena sesak napas, bahkan beberapa kali hampir meninggal. Satu kali dalam sebulan, saat saya sudah lupa kapan tepatnya, kita membawanya ke rumah sakit dan ia harus masuk ruang gawat darurat. Ternyata masalah utamanya ada pada paru-parunya," jelas Charly.
"Jika seseorang tenggelam dalam makanan, mereka akan merasa kesulitan bernapas dan ini terjadi di paru-parunya. Kami membawanya ke Rumah Sakit Persahabatan di Rawamangun; ia pernah masuk Unit Gawat Darurat Intensif sebentar lalu ditempatkan di ruang perawatan umum hingga mulai membaik. Selain itu, dia juga sering melupakan hal-hal karena dampak dari strokenya," jelas Charly.
Selanjutnya, Ray sempat diajak ke RSCM, tetapi kemudian kondisinya memburuk hingga harus diantar lagi ke RSPAD Gatot Subroto.
Sekilas kami bawanya ke RSCM, kondisinya sudah membaik dan semakin baik. Namun, kian hari malah menurun. Oleh karena itu, kami membawanya kemari agar ia menjadi lebih segar dan bugar. Itulah harapan kami.
"Sepertinya, paru-parurnya cukup memprihatinkan. Dia pernah mengalami kesulitan bernapas sebanyak dua kali dan harus dirawat di ruang ICU RSPAD dengan pemantauan ketat. Kemudian, dokter menyedot cairan dari paru-parunya yang mencapai lebih dari 2 liter. Meskipun kondisi paru-parunya mulai membaik, tingkat hemoglobinnya justru menurun drastis dan tekanannya darah pun sangat rendah," ungkap Charly.
Charly menyampaikan bahwa dia sebagaisalah satu anggota keluarga merasakan ini adalah jalannya Tuhan bagi Ray.
“Kalau Tuhan sudah panggil kita mau bagaimana lagi,” tutur Charly.
Komentar
Posting Komentar