Apakah Stroke Bisa Dicegah Sejak Dini di Usia Produktif?
Stroke merupakan penyakit yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Stroke adalah penyakit yang menyerang pembuluh darah otak, ketika suplai darah ke bagian otak terganggu atau berkurang. Kondisi ini menyebabkan area tertentu di otak tidak mendapat suplai oksigen, sehingga terjadi kematian sel-sel otak. Dan kemudian, bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak pun tidak dapat berfungsi dengan baik.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa terdapat 15 juta individu global yang didiagnosis mengalami serangan strok setiap tahunnya. Sementara itu, berdasarkan data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2023, diperkirakan ada sekitar 638.178 penduduk negara ini yang menderita kondisi tersebut, menjadikannya sebagai pemicu utama kematian kedua sesudah gangguan jantung.
Hal yang penting untuk ditekankan adalah saat ini stroked tidak lagi hanya menyerang lansia, melainkan juga orang berusia produktif seperti remaja dan bahkan anak-anak. Pertanyaannya mengapa hal tersebut dapat terjadi?
Berdasarkan penjelasan dari Dokter Spesialis Neurologi Dr. David Pangeran, Sp.N, kebanyakan kasus stroke disebabkan oleh pola hidup tidak sehat.
"Bagi kalangan muda saat ini, kecenderungan obesitas semakin meningkat, kemungkinannya disebabkan oleh pola makan dan gaya hidup kita. Dahulu, antara 30 hingga 40 tahun silam, tidak semua orang memiliki kendaraan sehingga mereka cenderung berjalan kaki lebih sering dan mengonsumsi makanan yang lebih sehat. Namun pada zaman modern seperti sekarang, kami kurang terkena paparan sinar matahari serta asupan vitamin D menjadi berkurang. Meskipun gaya hidup baru memberikan rasa nyaman tambahan, namun beberapa hal telah hilang," ungkap Dr. David ketika wawancara dengan para jurnalis selama acara Sania Royale di RSUI, Rabu (25/9).
Ya Moms, pola hidup diyakini memiliki dampak besar pada peningkatan risiko seseorang terkena serangan stroki. Beberapa contohnya meliputi asupan natrium dan gula yang berlebihan, kegemukan, makan lemak secara ekstrem, merokok, serta minum alkohol.
Sebenarnya, dengan mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat, Anda bukan saja dapat mengelakkan diri dari ancaman faktor-faktor risiko serangan strok, namun juga bisa memperkecil kemungkinan kegemukan, menormalkan level kolesterol, serta meredakan hipertensi.
Apakah Anak-anak Bisa Juga Mengalami stroke?
Jawabannya, bisa. dr. David menjelaskan, gejala stroke pada anak pun tidak berbeda dengan orang dewasa. Namun, anak mengalami stroke sebagian besar bukan disebabkan oleh pola hidup, melainkan adanya faktor keturunan ataupun memiliki kelainan pada katup jantung atau pembuluh darah sejak lahir.
"Bila orang dewasa cenderung memiliki lebih banyak faktor risiko yang bisa dimodifikasi, sementara pada anak-anak umumnya telah terdapat predisposisi kuat seperti stroke bawaan, kelainan katup jantung, atau masalah pembuluh darah sejak lahir," papar dokter tersebut yang berpraktik di RSUI.
Namun demikian, dia mengakui bahwa stroke yang diderita oleh orangtua belum tentu secara langsung dialihkan kepada anak-anak mereka. Dr. David juga merekomendasikan supaya jika ayah atau ibu memiliki catatan medis tentang serangan strok, sebaiknya membawa serta anak-anak mereka untuk diperiksa oleh dokter. Dengan cara ini, risiko timbulnya tanda-tanda stroke pada generasi berikutnya bisa dikurangi.
Meskipun begitu, jangan pernah mengabaikan fakta bahwa tanpa riwayat stroke dalam keluarga, Anda tetap aman. Kebiasaan buruk yang dimulai dari usia muda juga dapat menyebabkan timbulnya gejala stroke, Moms.
"Jadi, misalnya cucunya bilang 'Ayah saya enggak stroke', anaknya lalu jadi makan sembarangan, itu bisa menjadi stroke. Jadi, kalau kita enggak tahu punya keturunan stroke atau tidak, yang terbaik adalah menjaga pola makan dan pola hidup," tutur dia.
Inovasi Gamma Oryzanol dari Sania Royale untuk Mencegah Stroke
Merespons masih tingginya penderita stroke di Indonesia, Sania Royale mengeluarkan Sania Royale Rice Bran Oil yang tinggi antioksidan. Sehingga, diharapkan bisa menjadi cara baru menurunkan risiko stroke, serta memberi manfaat kesehatan lainnya.
Sania Royale Rice Bran Oil terbuat dari 100 persen rice bran (bekatul) murni berkualitas, dengan gamma oryzanol sebanyak 10.000 ppm. Gamma oryzanol adalah senyawa dengan aktivitas antioksidan yang tinggi dan penting untuk memelihara kesehatan pembuluh darah, jantung, dan otak. Dan antioksidan tertinggi dari gamma oryzanol ditemukan pada rice bran oil , lho!
Jadi, Sania Royale Rice Bran Oil cocok bagi Anda yang punya concern khusus untuk mencegah atau menurunkan faktor risiko terjadinya stroke.
Komentar
Posting Komentar