Cosplayer Jenderal Sudirman di Kota Tua: Menjaga Ingatan Anak-Anak Tentang Sejarah
'Menjadi Saya Jenderal Sudirman,' erupsi figur bersinar emas tersebut sebagai tanggapan pada dua buah wajah kecil yang tak henti-hentinya menatapnya. Di sisi lain, sang bapa dari kedua si kecil ini mengulum senyum. Setelah itu, semua orang pun melakukan pengambilan gambar bersama.
Pemain peran Jenderal Sudirman dalam produksi tersebut adalah Wahyu (52), seseorang cosplayer , yang memilih jadi sang panglima pertama Angkatan Bersenjata Indonesia itu. Dilihat dari dandanannya, ia cukup mirip dengan tampilan Jenderal Sudirman semasa hidup.
Setidaknya dari pakaian yang ia kenakan. Wahyu memakai sebuah mantel panjang selutut, mengenakan blangkon hitam, membawa keris, dan kadang-kadang menenteng senjata tiruan.
"Untuk mengingatkan mereka tentang hal ini, sekarang banyak orang sudah melupakan sejarah. Oleh karena itu, kami menciptakan karakter Jenderal Sudirman. Yang pertama adalah untuk itu, dan yang kedua bertujuan meningkatkan semangat kebangsaan para pengunjung," ujarnya Wahyu di Kota Tua, Selasa (1/4).
Agar mencuri perhatian, Wahyu memodifikasi penginstalannya supaya terlihat seolah-olah sedang duduk sambil mengambang. Dia pun melengkapi etalase fotonya dengan berbagai perlengkapan tambahan.
Terdapat dekorasi berupa burung Garuda lengkap dengan tulisan 'Kota Tua' di bagian atasnya sebagai background. Pengunjung bahkan dapat mengenakan perlengkapan seperti helm sampai aksesori senjata api bersamaan dengan posisi duduk diatas sepeda motor lawasan yang sering dipergunakan pada masa perjuangan kemerdekaan.
Bukan hanya pernak-pernik, Wahyu pun menambahkan 'studio foto' sederhananya dengan dua buah lampu fokus. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa hasil fotonya akan terlihat baik.
Meski sudah tampil begitu mirip dengan Jenderal Sudirman, ia kadang-kadang masih harus menjelaskan siapa dirinya.
"Iya kadang-kadang kalau ada pertanyaan saya jawab. Kadang-kadang 'ini karakternya apa' saya Jenderal Sudirman," jelasnya kalau ada yang bingung siapa dia.
Wahyu tak mematok harga. Pengunjung bisa membayar seikhlasnya untuk berfoto dengannya. Bahkan, ia juga ikhlas jika tak dapat duit sama sekali.
Alhasil, ia enggan menyebut nominal yang ia dapat sehari-hari. Yang jelas, hari ini banyak pengunjung data kepadanya.
"Alhamdulillah ya. Kemarin pagi lebih ramai dibandingkan hari-hari sebelum berpuasa. Hari-hari berpuasa tidak terjadi apa-apa. Betul begitu. Yang jelas, masa liburan selalu dipenuhi keramaian. Begitulah," katanya.
Meski belum dihitung, UbiNews menonton sebuah wadah berisi uang rupanya di serahkan oleh seorang tamu ke stand-nya.
Seniman dari Daerah Bersejarah Kota Tua
Dengan penampilan tambahan tersebut, Wahyu ternyata memerlukan waktu hanya 30 menit untuk merubah diri menjadi sosok Jenderal Sudirman pada masa perang. Biaya riasannya terjangkau, yaitu sebesar Rp 70 ribu dan dapat bertahan hingga satu bulan.
Penduduk dari Pademangan menyebut mereka menggunakan make-up sejak pukul 8 pagi. Mereka pulang saat Kota Tua ditutup pada pukul 21:00 WIB. Mereka tidak pernah menderita masalah kulit meskipun memakai lapisan makeup seperti cat sepanjang hari tersebut.
"Alhamdulillah sampai saat ini masih baik. Yang menjadi masalah adalah kami bekerja sama langsung dengan Marta Tilaar untuk bagian makeup-nya. Jadi sudah terbukti efektif. Ini memang spesial. Alhamdulillah hingga sekarang tidak ada keluhan," jelasnya.
Dia pun menyertakan peralatan tambahan untuk menghapus makeup tersebut. baby oil Dan tissue lembab yang disimpan di wadah berwarna hitam di bagian belakang tempat penjualan.
Sederhana saja, cukup gunakan tissu lembab, selesai. baby oil . Hilang. Betul, dua kali itu. sret "Lah," balasnya ketika ditanyakan cara untuk membersihkan riasan wajah tersebut.
Terkait aspek-aspek lainnya, ia menyatakan tidak mempersiapkannya secara mandiri. Ia beroperasi dalam lingkup SKKT, yakni Seni Karakter Kota Tua. Pihak tersebutlah yang bertanggung jawab untuk mengatur seluruh anggotanya. cosplayer Kawasan Bersejarah serta penanda karakter yang perlu dimainkan.
Maka, SKKT menganggap bahwa Wahyu yang bertubuh kurus tersebut memiliki kesamaan wajah dengan Jenderal Sudirman.
Wahyu sudah bekerja sebagai cosplayer Kawasan Kota Tua mulai dari tahun 2014. Ia menyatakan bahwa hal positifnya melebihi aspek negatifnya.
Dia merasa bahagia saat banyak orang memintanya untuk berfoto bersama atau hanya ingin menanyakan tentang peran yang dia perankan.
"Ada banyak sukanya. Lihatlah fotonya. Itu dia. Terkadang orang ingin tahu dan bertanya. Untuk hal tersebut, saya suka memberikan penjelasan," katanya dengan nada sederhana.
Komentar
Posting Komentar