Emas Antam Tembus Rekor Harga Tertinggi: Berapa Harganya Sekarang?
Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alias Antam semakin melambung, sesuai dengan peningkatan harga emas dunia. Di hari Senin (1/4), nilai emas Antam menurut laman Logam Mulia, telah menyentuh angka Rp 1.826.000 tiap gram-nya. Ini adalah kenaikan sebesar Rp 20.000 dibandingkan dengan harga awal perdagangan pada hari Minggu yang ada di posisi Rp 1.806.000 setiap gram.
Harga penjualan emas untuk publik adalah sebagai berikut ( buyback Pada hari Selasa (1/4), harga emas naik menjadi Rp 1.678.000 per gram, dengan peningkatan sebesar Rp 21.000. Hal ini mencatatkan kenaikan tertinggi dalam catatan historis untuk emas milik Antam.
Pakar Logam Mulia, Ibrahim Assuaibi, mengestimasikan bahwa nilai emas global diprediksi naik secara berkelanjutan. Kondisi tersebut diyakininya bakal mendorong peningkatan pula pada harga jual emas milik PT Aneka Tambang (Antam).
Kenaikan harga emas global mencapai puncak tertingginya karena para investor beralih dengan massif investasi mereka keemasan. safe haven Di saat khawatir akan terjadinya perang perdagangan dunia, hal ini disebabkan oleh tarif baru dari Presiden AS Donald Trump.
Dilansir Reuters , harga emas dunia pada Selasa (1/4) mencetak rekor baru dengan tembus di atas USD 1.300 per troy ons. Ini menjadi yang tertinggi secara kuartalan sejak 1986 atau dalam 39 tahun terakhir.
Ibrahim mengatakan, emas merupakan instrumen investasi jangka panjang. Namun karena sifatnya yang likuid atau bisa dicairkan dalam bentuk uang tunai kapan pun, emas masih menjadi pilihan yang menarik bagi masyarakat.
Dia juga memprediksi harga emas dunia akan terus meningkat. Apalagi, kebijakan tarif impor yang dikenakan Trump masih akan berlanjut. Untuk itu, dia pun memproyeksi kenaikan harga emas Antam akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini.
"Dengan kemungkinan yang cukup tinggi, pada bulan April ini, harga emas global diperkirakan akan menembus angka USD 3.150 per troy ons," ujar Ibrahim di dalam laporannya.
Selain itu, konflik geopolitik di Timur Tengah juga masih terus memanas. Israel masih melakukan serangan brutalnya ke Jalur Gaza, bahkan di hari Lebaran.
Sementara AS melontarkan ancaman terhadap Iran, jika Iran tidak mau menegosiasikan program nuklirnya dengan AS. “Bagi Amerika, itu artinya perang terhadap Iran,” jelasnya.
Komentar
Posting Komentar