Hipoglikemia pada Lansia: Mengapa Risikonya Bertambah? Inilah Penjelasannya...

UbiNews Kadar gula darah rendah atau disebut hipoglikemia dapat menambah risiko bagi lansia.

Dikutip dari Aging and Disease, lansia dengan diabetes cenderung memiliki risiko lebih tinggi terhadap komplikasi hipoglikemia karena meningkatnya prevalensi berbagai penyakit penyerta (komorbiditas), kekurangan gizi, dan polifarmasi, dibandingkan dengan orang yang lebih muda.

Merujuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, hipoglikemia adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika kadar glukosa di dalam darah berada di bawah kadar normal.

Kondisi ini paling umum terjadi sebagai komplikasi pada individu yang memiliki diabetes.

Hipoglikemia dikenali dengan tingkat glukosa dalam darah yang di bawah 70 mg/dl.

Lanjutkan membaca artikel ini untuk mengetahui lebih banyak tentang beragam faktor risiko hipoglikemia pada orang tua.

Apa faktor risiko hipoglikemia pada lansia?

Dikutip dari Aging and Disease dan Very Well Health , beberapa pemicu peningkatan risiko terjadinya hipoglikemia pada orang lanjut usia mencakup:

Perubahan fisiologis

Seiring bertambahnya usia, fisiologis manusia melemah, termasuk metabolisme glukosa.

Metabolisme glukosa melemah seiring menurunnya fungsi organ tubuh, termasuk ginjal dan hati.

Penurunan fungsi ginjal dapat memengaruhi pembersihan obat dari tubuh, sehingga meningkatkan risiko hipoglikemia.

Komorbiditas

Orang tua dengan kondisi medis tertentu cenderung berpotensi mengalami hipoglikemia secara lebih tinggi.

Diabetes adalah alasan terbesar untuk hipoglikemia di kalangan orang tua.

Jika menderita diabetes dan mengonsumsi insulin atau obat oral yang merangsang sekresi insulin, seorang lansia berisiko tinggi mengalami hipoglikemia.

Gangguan ginjal, hepatitis berat, anoreksia jangka panjang, malaria, dan sepsis (komplikasi akibat infeksi) juga penyakit yang berpotensi menyebabkan hipoglikemia.

Kurang makan

Tidak mengonsumsi makanan secara cukup atau pola makannya acak, khususnya kurang memasukkan karbohidrat ke dalam menu harian dapat menyebabkan hipoglikemia pada orang lanjut usia.

Karbohidrat adalah penyedia utama glukosa untuk tubuh, sehingga apabila Anda tidak memasukkannya dengan porsi yang mencukupi ke dalam diet harian, tingkat gula darah bisa menurun.

Kekurangan makan bisa berisiko dialami oleh orang lanjut usia.

Itu berkaitan dengan keadaan gigi yang tidak baik, mulut kering, penurunan kesadaran akan rasa, serta pergeseran dalam persepsi kenikmatan dan selera makan, hal-hal ini sering kali menjadi fenomena biasa sejalan dengan pertambahan usia.

Hal-hal itu pun berkaitan erat dengan kondisi medis yang diderita para lanjut usia.

Penggunaan obat tertentu

Pemberian beberapa jenis obat dapat menyebabkan hipoglikemia pada orang lanjut usia.

Jika orang lansia mengonsumsi obat-obatan diabetes tipe 2, seperti sulfonilurea, insulin, atau kombinasi suntikan insulin dan non-insulin, mereka memiliki risiko hipoglikemia yang lebih tinggi.

Memakan obat gula darah milik seseorang lain bisa menyebabkan tekanan glukosa berlebih dalam tubuh atau yang dikenal sebagai hipoglikemia.

Beberapa kombinasi pil dan obat-obatan non-diabetes tertentu juga dapat meningkatkan risiko gula darah rendah.

Obat-obatan nondiabetes yang dikaitkan dengan penyebab hipoglikemia, meliputi:

  • Obat antimalaria Qualaquin (kina)
  • Antibiotik Zymaxid (gatifloksasin)
  • Obat antiaritmia cibenzoline
  • Obat antimikroba Pentam (pentamidin)
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) Indocin dan Tivorbex (indometasin)

Demikianlah beberapa faktor yang meningkatkan risiko hipiglikemia pada lansia.

Hipoglikemia merupakan kondisi yang bisa berakibat fatal.

Jika hipoglikemia dibiarkan tidak diobat, kondisi ini bisa menyebabkan lansia mengalami hilang kesadaran, koma, bahkan kematian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims