Jadwal Sholat Terkini: Surabaya, Jogja, dan Malang pada 2 April 2025
PIKIRAN RAKYAT - Perhatikan jadwal shalat hari ini, yaitu tanggal 2 April 2025, untuk kota Surabaya, Yogyakarta, serta Malang pada artikel berikutnya. Shalat wajib dikerjakan oleh setiap Muslim secara rutin sebanyak lima kali sehari, terdiri dari Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya.
Jadwal Sholat
Surabaya
Fajr: 04.16
Dhuhr: 11.35
Asr: 14.51
Maghrib: 17.36
Isha: 18.45
Jogja
Fajr: 04.26
Dhuhr: 11.44
Asr: 15.01
Maghrib: 17.45
Isha: 18.55
Malang
Fajr: 04.17
Dhuhr: 11.35
Asr: 14.52
Maghrib: 17.35
Isha: 18.45
Amalan Bulan Syawal
Ada berbagai ibadah di Bulan Syawal yang mampu memberikan ganjaran besar apabila dikerjakan dengan niati tulus untuk Allah. Di bawah ini terdapat beberapa praktik yang boleh dipraktikkan oleh tiap-tiap Muslim selama masa mulia tersebut.
1. Berpuasa Selama Enam Hari pada Bulan Syawal
Menjalankan ibadah puasa selama enam hari di Bulan Syawal dinilai sama pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun. Ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan dari Abu Ayub Al-Anshari, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah berkata:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْر
"Siapa saja yang menunaikan ibadah puasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan tujuh puluh dua jam tambahan dalam bulan Syawal, akan mendapatkan pahala seperti ia telah menjalaninya sepanjang tahun." (HR Muslim; riwayat serupa dicatat oleh Imam Ahmad serta dari keterangan Jabir).
2. Puasa Senin Kamis
Beberapa hadits menyebutkan bahwa berpuasa pada hari Senin dan Kamis adalah salah satu jenis ibadah sunnah yang direkomendasikan oleh Rasulullah SAW. Seperti yang dilaporkan Aisyah radiallahuanha: "Rasulullah SAW begitu bergairah dan tekun dalam melaksanakan puasa di hari Senin dan Kamis." (Diriwayatkan oleh Tirmidzi, An-Nasai, Ibn Majah, serta Imam Ahmad).
Dikutip dari buku Puasa Senin-Kamis oleh Mahmud Ahmad Mustafa, hari Senin dan Kamis merupakan hari diperiksanya amal seseorang. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Amal-amal perbuatan itu diajukan (diaudit) pada hari Senin dan Kamis, oleh karena itu aku ingin amal perbuatanku diajukan (diaudit) pada saat aku sedang puasa.” (HR Tirmidzi).
Para ahli agama menyatakan bahwa bermaksud berpuasa pada hari Senin-Kamis yang dikombinasikan dengan puasa Syawal diperbolehkan secara hukum. Menyatukan puasa Senin-Kamis bersamaan dengan puasa Syawal mirip dengan berniat memberi sedekah serta menjalin tali persaudaraan. Apabila seorang individu menambahkan kedua amalan sunnah tersebut dalam ibadah puasanya, maka ia akan mendapatkan ganjaran atas keduanya.
3. Puasa Ayyamul Bidh
Salah satu amalan sunah pada bulan Syawal adalah puasa Ayyamul Bidh yang dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulannya dalam kalender Hijriah.
Diriwayatkan Bukhari dari Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash RA disebutkan, salah satu keutamaan dari puasa Ayyamul Bidh adalah seperti berpuasa sepanjang tahun. Keutamaan ini juga dijelaskan dalam riwayat Abu Daud.
Puasa tiga hari adalah seperti puasa seumur hidup.
Artinya: “Puasa tiga hari di setiap bulannya adalah seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR Bukhari).
Puasa Ayyamul Bidh juga menjadi salah satu dari tiga hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi SAW. Sebagaimana tertulis dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW memberikan tiga wasiat kepada salah seorang sahabatnya, Abu Darda.
أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ
Artinya: “Rasulullah SAW berpesan kepadaku tiga hal yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati, yaitu berpuasa setiap tiga hari pada setiap bulannya, mengerjakan dua rakaat salat duha, serta salat witir sebelum tidur.” (HR Bukhari dan Muslim).
4. Silaturahmi
Bulan Syawal terkenal dengan aktivitas menghidupkan kembali hubungan keluarga dan teman melalui silaturahmi. Dalam suatu hadits riwayat Abu Ayyub Al-Ansari, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dimintakan nasihat tentang apa saja yang bisa membawa orang masuk ke surga. Beliau pun menegaskan pentingnya menjaga tali persaudaraan tersebut:
Kamu menyembah Allah tanpa mempersembahkan apapun kepada-Nya, menunaikan shalat, memberi zakat, dan menjaga tali kekerabatan.
Pesan tersebut berbunyi: "Sembahkanlah Allah, jangan sekali-kali melakukan kesyirikan terhadapNya, lakukan shalat dengan benar, bayarkan zakatmu, serta bangunlah hubungan kekeluargaan (khususnya dengan keluargamu)." (HR. Bukhari nomor 5983)
Di luar mendapat ganjaran seperti kemakmuran ekonomi dan penguatan iman individu, menjalin kembali hubungan baik antar sesama juga bisa menghindarkan kita dari pelanggaran yang dapat membawa kita ke dalam api neraka. Ini sejalan dengan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dihadapan Abu Bakroh:
Tidak ada dosa yang lebih pantas mendapatkan hukuman dari Allah Swt. di dunia - bersama dengan apa yang disimpan untuknya di akhirat - seperti perbuatan zalim dan memutus hubungan keluarga.
Artinya: "Tiada dosa yang lebih patut diberikan hukumannya dengan cepat kepada pelakunya di dunia ini —beserta dosa-dosa lain yang tersimpan baginya— selain dari tindakan kezaliman dan memutus hubungan keluarga" (diriwayatkan oleh Abu Daud dalam nomor 4902, Tirmidzi dalam nomor 2511, serta Ibn Majah dalam nomor 4211; hadits ini sahih).
5. Sedekah
Menyisihkan harta untuk berinfak adalah salah satu praktik yang disarankan di Bulan Syawal. Infak dapat dilaksanakan setiap saat, namun lebih baik jika dilakukan dengan cepat sebagai wujud ucapan terima kasih atas karunia yang telah diturunkan oleh Allah SWT.
Perbuatan baik ini amat disayangi oleh Allah SWT, hingga Ia memberikan ganjaran dan kebaikan berlimpah kepada tiap Muslim yang menaatinya. Melalui penyertaan dalam bersedekha, kita dapat mengembangkan belas kasihan yang mendalam, menjauhkan diri dari sikap pelit, serta senantiasa mensyukuri nikmat-Nya, sekaligus membuka lebar-lebarnya jalannya rezeki dari segala penjuru.
Berbuat sedekah dapat membuka kesempatan rezki semaksimal mungkin seperti yang disampaikan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
Artinya: "Menyisihkan sedekah tidak berkurangnya kekayaan." (HR. Muslim no. 2558, dari Abu Hurairah)
Menurut satu hadits lain, Asma' binti Abi Bakr mengisahkankan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berucap kepadanya:
Belanjakan atau sebarkanlah, apakah punya air mawar ataupun tidak, dan jangan pelit karena Allah akan mencatatnya untukmu, dan jangan lupa karena Allah juga akan mengingatkannya terhadap dirimu.
Pesan ini berbunyi: "Berilah infak dari harta yang kalian miliki. Jangan pernah menyembunyikannya atau terlalu memperhatikan jumlahnya dengan cara itu, karena Allah mungkin mencabut berkah rezeki kalian. Jangan menghambat karunia Allah bagi diri kalian sendiri. Bila demikian halnya, niscaya Allah dapat menahan pemberian-Nya serta rahmat kepada kalian."
Informasi mengenai waktu shalat hari ini tanggal 2 April 2025 di kota Surabaya, Jogjakarta, dan Malang disertai dengan lima sunnah amalan pada bulan Syawal yang direkomendasikan untuk dipraktikkan.
Komentar
Posting Komentar