Kebakaran Pipa Gas Petronas: Ratusan Warga Evakuasi, 100 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

UbiNews, KUALA LUMPUR – Pipa gas milik Petronas meledak dan membakar area di Putra Heights, Subang Jaya, Malaysia pada hari Selasa tanggal 1 April 2025.

Insiden tersebut menyebabkan kerusakan berat pada pemukiman sekitar tempat kejadian dan setidaknya membutuhkan perawatan medis bagi 100 orang atau lebih di rumah sakit.

Klip video serta gambar-gambar berkaitan dengan bencana pada hari kedua Idul Fitri menggambarkan betapa dahsyatnya api merembet dan tingkat kerusakannya yang sangat berat.

Kediaman-kediaman berdebu, pohon-pohon layu, dan kendaraan-kendaraan yang habis dibakar.

Kisah Sedih Perjuangan Uripah, Tenaga Kerja Wanita dari Batang yang Menghilang di Malaysia: Tanpa Upah, Melarikan Diri, dan Terjebak di Pinggir Hutan

Banyak warga Malaysia dibuat terpana oleh skala kerusakan yang terjadi.

"Sebanyak 364 korban dari 74 keluarga terdampak akibat kebakaran di Jalan Putra Harmoni," ujar Kepala Polisi Selangor, Datuk Hussien Omar Khan, dalam konferensi pers di Posko Pengendalian Insiden (PKTK) Subang Jaya, Selasa (1/4/2025).

Hussien menjelaskan, api sempat menjulang lebih dari 30 meter dengan suhu mencapai 1.000 derajat celsius.

Pemeriksaan komprehensif terhadap bagian-bagian yang terpengaruh akan dimulai besok Kamis (3/4/2025).

Penduduk yang baru saja pergi boleh kembali ke tempat mereka setelah daerah tersebut diklaim sudah aman.

Baru Nyala Lalu Mati dalam 7 Jam

Kepala Badan Pemadam Kebakaran dan Penyelamat Malaysia (JBPM), Datuk Nor Hisham Mohammad menyampaikan bahwa proses pemadaman kebakaran berlangsung selama lebih dari tujuh jam.

"Sebanyak 325 personel dari berbagai instansi dikerahkan dan api berhasil dipadamkan pukul 15.34 waktu setempat," ungkap Nor Hisham, seperti dilaporkan Bernama.

Dia mengonfirmasi bahwa risiko terjadinya ledakan kedua sangat kecil karena empat katup utama sudah tertutup di lokasi seperti Kampung Lombong, Puchong, Batu Tiga, Shah Alam, dan Klang.

Meski demikian, tim pemadam tetap akan bersiaga selama 20 jam ke depan untuk memantau kondisi dan merespons kemungkinan situasi baru.

100 Orang Dirawat

Data dari Kementerian Kesehatan Malaysia mencatat, hingga Selasa pukul 18.00 waktu setempat, sebanyak 100 korban dirawat di sejumlah rumah sakit di Lembah Klang.

Empat belas pasien dirawat di Rumah Sakit Putrajaya, dua puluh delapan di Rumah Sakit Sultan Idris Shah yang berlokasi di Serdang, dua puluh lima di Rumah Sakit Cyberjaya, satu orang di Rumah Sakit Ampang, serta dua lainnya di Rumah Sakit Kajang.

Mantan Presiden Jokowi Menerima Kunjungan Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Rumahnya di Solo, Diskusi Tentang Apa?

Pada saat yang sama, 30 orang lainnya mendapatkan perawatan medis di empat fasilitas kesehatan pribadi; ini meliputi 22 pasien di Subang Jaya Medical Centre, satu di Rumah Sakit Thomson, lima di Rumah Sakit Spesialis Avenina, serta dua di Rumah Sakit Columbia Asia, Bukit Rimau.

Lainnya yang berhasil diselamatkan pun mengharapkan dukungan berupa kebutuhan dasar.

Ketika kejadian itu terjadi, ribuan penduduk mencoba untuk selamat tanpa mengambil benda-benda berarti dan hanya memakai pakaian seadanya.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim, yang sempat berkunjung ke tempat kejadian, menyatakan akan ada bantuan langsung.

"Tim kami akan menyediakan dana talangan senilai 5.000 Ringgit (kira-kira setara dengan Rp18 juta) untuk para pemilik hunian yang rusak parah, serta 2.500 Ringgit (setara dengan kisaran Rp9 juta) bagi warga yang menderita kerugian parsial akibat musibah ini," ungkap Anwar Ibrahim.

Dia mengonfirmasi bahwa pemerintah pusat, Pemerintahan Negeri Selangor, serta perusahaan minyak Petronas akan sepenuhnya bertanggung jawab dalam proses pemulihan wilayah yang terkena dampak tersebut.

Istri Anwar, Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail, juga menyempatkan diri menjenguk para korban di Rumah Sakit Sultan Idris Shah, Serdang.

Ia tiba pada pukul 16.46 dan menghabiskan sekitar satu jam untuk bertemu pasien serta keluarga mereka.

Gelombang Solidaritas

Awan besar kepedulian bermunculan dari segmen populasi yang berbeda-beda guna menolong para korban dampaknya.

Beberapa lokasi peribadatan diubah fungsi menjadi titik distribusi bantuan.

Kuil Sri Maha Kaliamman dan Masjid Al Falah USJ 9 dijadikan pusat perawatan sementara.

Sementara, Masjid Nurul Iman dan Masjid Putra Heights difungsikan sebagai pusat evakuasi sementara (PPS).

Perusahaan asuransi, seperti Takaful Malaysia dan Etiqa Malaysia, juga mengimbau para pemegang polis yang terdampak segera menghubungi layanan mereka.

Asosiasi Bank di Malaysia (ABM) juga mengeluarkan imbauan kepada para nasabah terdampak untuk menghubungi bank terkait guna membahas opsi bantuan terhadap pinjaman yang tengah berjalan. (Kompas.com/Albertus Adit)

Artikel ini sudah dipublikasi di Kompas.com dengan berjudul "Situasi di Putra Heights Seperti Medan Perang Pasca Kecelakaan Pipa Gas di Malaysia".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims