Khawatir Terus dan Sulit Tidur? Ini Indikasinya Kamu Perlu Bantuan Mental
Permasalahan tentang kesahatan mental sekarang sedang menjadi topik pembicaraan yang hangat. Penting untuk menghargai dan memperhatikan kondisi kejiwaaan seseorang tanpa meremehkannya, lantaran dampak negatifnya bisa berbahaya bagi diri sendiri atau bahkan orang di sekitarnya.
Banyak masalah kesehatan mental, termasuk gangguan cemas dan depresi, sering kali terkait erat dengan insomnis.
Kecemasan dan stres menjadi faktor utama dalam munculnya permasalahan tidur. Disorders tidur yang signifikan, seperti insomnia, sudah sejak lama diidentifikasi sebagai tanda khas dari kondisi kecemasan.
Insomnia ditemukan memperbesar risiko kecelakaan lalu lintas, menurunkan produktivitas kerja, menyebabkan orang merespons kondisi mereka dengan minum alkohol, dan mengakibatkan masalah dalam aspek sosial-ekonomi. Selain itu, gangguan tidur ini juga terkait dengan munculnya berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah.
Untuk mengetahui gejala kecemasan berlebih serta kesulitan tidur dalam kondisi gangguan mental , kita simak penjelasan UbiNews berikut.
1. Hubungan Insomnia dan cemas berlebih atau stres
Banyak orang yang tengah diselimuti rasa cemas kerap kali menghabiskan waktu di ranjang dengan memikirkan ketakutan mereka, sementara keresahan pada malam hari itu bisa menjadikan mereka sulit tertidur.
Salah satu gangguan tidur yang paling umum adalah insomnia yang merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan.
Kondisi gangguan tidur dikenali dari adanya pola istirahat yang tidak normal, merusak kinerja tubuh, pikiran, serta perasaan seseorang. Kecemasan ataupun stres bisa membuat mereka melewati malam dalam kondisi terjaga, sebagaimana beberapa hambatan lain juga dialami.
Insomnia merupakan istilah medis bagi mereka yang mengalami kesulitan tertidur, menjaga kondisi tidur, bangun terlalu dini, atau merasa belum beristirahat sepenuhnya setelah terbangun.
Orang dengan kondisi kegelisahan biasanya mempunyai respon tidur yang lebih sensitif sehingga mereka berpotensi mengalami kesulitan tidur ketika dihadapkan pada tekanan.
Faktanya, keadaan hyperarousal mental atau gejala utama dari penyakit gangguan stres pasca trauma (PTSD) yang sering ditandai dengan kekhawatiran, telah diidentifikasi sebagai faktor kunci di balik insomnia.
2. Kecemasan yang menyebabkan sulit tertidur
Cemas bagaimana ingin tertidur, menciptakan kecemasan tidur yang memperkuat rasa takut dan pikiran negatif tentang pergi tidur ini termasuk dalam jenis kecemasan antisipatif yang dapat menciptakan masalah bagi jadwal dan rutinitas tidur yang sehat.
Bahkan setelah berhasil tertidur, kebanyakan orang mungkin terbangun dengan kecemasan di tengah malam. Pada akhirnya, aktivitas tidur bisa menjadi tantangan jika pikiran mereka kembali berpacu dengan kekhawatiran. Hal ini dapat menjadi penyebab berkurangnya kuantitas dan kualitas tidur.
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa kecemasan dan perenungan sebelum tidur dapat memengaruhi tidur gerakan mata cepat (REM), yang melibatkan mimpi paling jelas.
Kecemasan bisa menyebabkan mimpi buruk dan meningkatkan risiko terjadinya gangguan tidur. Mimpi buruk tersebut dapat menguatkan persepsi negatif serta rasa takut sebelum tertidur.
3. Masalah kesehatan yang timbul akibat kurang tidur
Tidur yang kurang bisa mengakibatkan performa menurun, entah itu di lingkungan pekerjaan maupun pendidikan, serta meningkatkan peluang terjadinya cidera dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.
Kekurangan tidur dikenal dapat mengubah mood serta kesejahteraan emosi seseorang. Terdapat hubungan erat antara cemas dengan tidak cukupnya waktu istirahat; rasa khawatir bisa membuat orang sulit tertidur, hal ini kemudian mendorong tingkat kecemasan menjadi semakin parah sekaligus menimbulkan masalah dalam proses tidurnya.
Selain gangguan kecemasan dan mood Mereka yang menderita masalah tidur memiliki risiko lebih besar untuk mengidap penyakit jantung, gagal jantung, aritmia atau irama jantung abnormal, serangan jantung, dan hipertensi atau tekanan darah tinggi. stroke , diabetes, dan obesitas.
4. Macam-macam Kecemasan Berlebih Yang Perlu Diketahui
Dilansir dari sleepfoundation.org , kecemasan adalah elemen inti dari sejumlah gangguan tertentu, meskipun tidak semua dikategorikan sebagai gangguan kecemasan. Diantaranya, yaitu:
- Generalized Anxiety Disorder (GAD) atau Disorder Kejiwaan Cemas Umum
Seseorang yang mengidap GAD akan merasakan ketakutan yang kuat terhadap berbagai hal yang bisa memicu kecemasan mendalam.
-
Panic Disorder atau Gangguan Panik
Episod kepanikan yang amat kuat serta terkenal dengan nama serangan panic, umumnya bertahan bermenit-menen saat muncul, merupakan tanda utamanya.
-
Social Anxiety Disorder atau Gangguan Kecemasan Sosial
Kondisi ini mencakup rasa takut berlebihan terhadap situasi sosial serta kemungkinan merasa minder atau malu saat berada di hadapan orang banyak.
-
Fobia Spesifik
Fobia ini merupakan rasa takut kuat yang dipicu oleh faktor-faktor tertentu. Fobia-fobia khusus yang sering ditemui meliputi agorafobia (ketakutan pada tempat-tempat terbuka lebar atau sempit, situasi ramai, ataupun berada jauh dari rumah tanpa pengawasan), serta cemas dengan pisahnya orang-orang yang dicintai.
-
Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)
Seseorang yang menghadapi hal ini akan obsesif terhadap sebuah masalah secara negatif, yang pada gilirannya menciptakan rasa cemas. Hal tersebut kemudian mendorong perilaku kompulsif sebagai usaha mereka untuk menangani atau meredam kecemasan tersebut.
-
Post-traumatic Stress Disorder (PTSD)
Kondisi tersebut bisa timbul ketika seseorang ditempatkan dalam suatu keadaan yang menimbulkan trauma atau gangguan. Seseorang yang menderita PTSD berpotensi mengalami flashbacks dari insiden yang memicu tekanan serta merasakan cemas secara terus-menerus.
5. Metode untuk menekan perasaan khawatir
Dilansir dari Asosiasi Kecemasan dan Depresi Amerika , ada berbagai metode yang patut diujicobakan guna mengatasi kecemasan, yaitu:
-
Meditasi
Fokus pada napas, tarik dan hembuskan napas perlahan dan dalam, kemudian visualisasikan lingkungan yang tenang seperti pantai yang atau padang berumput.
-
Olahraga
Berolahraga merupakan suatu pilihan positif bagi fisik serta mental seseorang. Ini karena aktivitas bergerak membantu pelepasan hormon endorfin yang dapat memperbaiki mood. Sebagai contoh, yoga dianggap amat bermanfaat dalam menekan rasa cemas dan tekanan pikiran.
-
Tau prioritas
Luangkan waktu serta tenaga untuk fokus pada pekerjaan yang sungguh-sungguh penting, lalu pecahkan projek besar tersebut menjadi sejumlah tugas yang lebih sederhana sehingga akan jadi lebih gampang dikendalikan ataupun diserahkan sebagian tugasnya kepada orang lain supaya lebih terjangkau.
-
Mendengarkan musik
Ketika kita memutar lagu-lagu yang tenang dan meredam, hal ini bisa mengurangi tekanan darah serta membantu menyegarkan jiwa dan raga.
- Tidur yang cukup
Istirahat malam memperbarui pikiran serta meningkatkan tingkat fokus, konsetrasi, dan keadaan emosi.
-
Menjalankan aktivitas sosial atau menolong orang lain
Stres dan kecemasan dapat dikurangi dengan membantu orang lain yang mana akan mengalihkan pikiran dari kecemasan dan ketakutan itu sendiri.
-
Berbicara dengan seseorang
Beri tahu teman dan keluarga bagaimana mereka dapat membantu, dan pertimbangkan untuk menemui dokter atau terapis.
6. Cara memiliki tidur yang baik
Sedangkan untuk mendapatkan tidur yang nyenyak, Mama bisa lakukan hal berikut:
-
Sisihkan waktu tidur malam yang berkualitas sebagai hal utama. Upayakan untuk tertidur antara tujuh sampai sembilan jam tanpa terganggu, serta coba bangunkan diri di waktu yang sama tiap harinya, bahkan saat weekend sekalipun.
-
Untuk menghindari gangguan tidur, hindarilah konsumsi zat penggetiks seperti kopi, coklat, serta rokok beberapa waktu sebelum istirahat malam. Sebaiknya Anda tidak menonton televisi maupun memakai ponsel pintar ataupun notebook menjelang bobo. Lebih disarankan untuk meluangkan waktu dengan membaca novel ringan, menyimak lagu-lagu yang tenang, atau melakukan latihan meditasi sebagai alternatif tersebut.
-
Pastikan ruangan tidur Mama segar, redup cahaya, serta hening dan pastikan tempat tidur dan bantalan tetap nyaman.
-
Gunakan kamar tidur hanya sebagaimana fungsinya yaitu untuk istirahat, hindari nonton TV atau bekerja di sini, serta masuk ke ranjang baru ketika merasa mengantuk.
-
Berlatih olahraga dapat menghasilkan kualitas istirahat yang meningkat.
-
Jauhi memeriksa waktu. Hal ini dapat menimbulkan kecemasan saat larut malam.
-
Sampaikan kepada dokter atau profesional kesehatan jika metode tersebut tampak kurang efektif dalam membantu Anda mendapatkan waktu tidur yang berkualitas, sebab mungkin dibutuhkan penggunaan suplemen alami pendukung tidur.
Itulah penjelasan mengenai tanda cemas berlebihan dan sulit tidur pada masalah kesehatan jiwa Yang telah kita teliti bersama. Mudah-mudahan memberikan manfaat!
- 8 Alasan Munculnya Jerawat pada Payudara, Stres Adalah Faktor Penghambat!
- 5 Cara Mudah Menangani Stres untuk Ibu
- 11 Cara untuk Mengurangi Overthinking, Kendalikan agar Tak Buat Stres
Komentar
Posting Komentar