Menyegarkan Jiwa dengan Silaturahmi dan Pengampunan di Hari Raya Idul Fitri

Simpulan tercepat untuk mengurangi bobot pikiran dan meringankan emosi adalah jalan yang dapat dipilih.

Tahun-tahun sebelumnya, pernah suatu kali saya merasa marah dan mengungkapkan kemarahan kepada salah satu anggota keluarga yang memakai ruangan saya tanpa izin ketika sedang tidak berada di rumah.

Kemarahan menjadikan kita sebagai orang-orang yang tak lagi bertukar kata-kata antara sesama. Sebaliknya, situasi rutinitas harian yang begitu kurang sekali terjadi pun menciptakan keadaan yang enggan mendatangi kesempatan untuk bermusuhan.

Saya di didik oleh seorang ibu yang enggan terlibat dalam perselisihan atau kekacauan. Di lingkungan tersebut dia selalu menekankan pentingnya tetap tenang bukan mencari pertengkaran, hal ini pada gilirannya menjadikan saya merasa takut saat harus bertentangan dengan orang lain.

Padahal amarah saya hanya berlaku pada saat itu dan bukan berarti silaturahmi serta sapaan terputus begitu saja. Rasa sedih kerap menghantui hari - hari saya saat tak ada komunikasi yang terjalin antara kerabat sama sekali terlepas sifatnya yang menyebalkan hati.

Saya dipengaruhi oleh pengajaran agama mengenai pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama, karena Allah subhanahu wa ta'ala sangat membenci mereka yang memutuskan ikatan persaudaraan tersebut.

Dan, saya tidak ingin hanya permasalahan sepele itu tali silaturahmi terputus begitu saja. Satu - satu harapan tentu di momen Idul Fitri, kala waktu berpihak untuk saling mengunjungi satu sama lain atas tradisi lebaran untuk saling memaafkan.

Jabat Tangan yang Melegakan Hati

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka sambunglah tali silaturahim. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka katakanlah yang baik atau diam" (HR. Bukhari).

Idul Fitri kali ini kerabat saya datang mengunjungi rumah bersilaturahmi. Di momen itu saya pun menyapa orang yang pernah saya luapkan kekesalan akibat memasuki kamar saya tanpa ijin.

Ketika sedang bercakap-cakap dan terlibat dalam percakapan, kadang-kadang saya bertanya tentang hal-hal yang sifatnya ringan untuk memastikan tidak ada ketidaksukaan yang serius antara kita.

Sejujurnya hati saya sungguh lega pada saat itu, beban yang menghantui saya soal tak ada jalinan sapaan diantara kami menguap begitu saja.

Beban perasaan akan kesedihan atas nama permusuhan pun memudar seiring senyuman diantara kami saling terukir. Sungguh, memaafkan dan mengabaikan rasa kesal mendatangkan kedamaian hati nan menyenangkan.

Sapaan yang Menghangatkan

Idul Fitri merupakan waktu yang menyenangkan untukku dalam menangani rasa bersalah serta memberikan maaf berkaitan dengan pemecahan perselisihan yang timbul saat berinteraksi secara social.

Pada kehidupan sehari-hari, seseorang mungkin menghadapi hambatan seperti rasa malu atau harga diri yang tinggi, sehingga enggan minta maaf. Hal ini bisa membuat orang tersebut dianggap sebagai pihak yang sepenuhnya bersalah, menyebabkan pihak lawan dalam konflik menjadi sombong.

Tapi Idul fitri meruntuhkan itu semua. Sapaan kegembiraan usai melaksanakan sholat Idul Fitri, obrolan menyenangkan saat menyantap ketupat dan senyum hangat menyambut tamu.

Adegan pengampunan ini sungguh menyelesaikan kerumitan emosional dengan cara yang menyegarkan saat kembali ke lingkaran sosial yang hangat. Dengan tekad di hari raya ini, kita berusaha untuk merombak diri menjadi versi yang lebih unggul.

Berwaspada ketika berbicara di tengah pergaulan, pikirkan secara matang sebelum bertindak supaya tidak menambah beban batin akibat perselisihan.

Mengambil keputusan untuk berdiam diri ketika tidak ada pembicaraan bernilai serta mencoba semaksimal mungkin mengelak dari pertentangan yang membahayakan. Pengalaman dalam memberikan pengampunan mengajarkan kita untuk meredam ucapan agar masalah-masalah remeh tidak kembali menjadi sumber konflik.

Tentunya juga harus mengasah diri agar sering kali bersikap menawan saat berbaur dengan orang lain. Bukankan senyuman merupakan sebagian dari pemberian kebaikan?

****

IDUL FITRI 1446 H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims