Nyonya Manna Kini Menghasilkan Hingga 10 Ribu Toples Sehari
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Demmand untuk kue kering melonjak tinggi pada perayaan Idulfitri tahun 2025 kemarin. Ini secara langsung mempengaruhi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Nyonya Manna, salah satu pembuat kue kering dan basah di Kota Pangkalpinang yang menyaksikan lonjakan permintaan dengan signifikan.
Pemilik Nyonya Manna Ai Wen Bong menyatakan bahwa sejak awal bulan Ramadhan, pembuatan kue kering sudah dimulai dan hingga saat ini telah terjual lebih dari 5.000 kaleng. Target mereka adalah untuk memproduksi sekitar 10 ribu kaleng secara keseluruhan.
"Sesungguhnya, awalnya produksinya baru mencapai lima ribu tetapi hingga sekarang masih terus di-restock dan jumlah produksi keseluruhan saat ini hampir menyentuh angka sepuluh ribu hanya untuk kue kering saja," jelas Ai Wen kepada Bangkapos.com, pada hari Rabu (26/3).
Ai Wen menyebutkan bahwa hampir seluruh jenis kue kering populer di kalangan konsumen, terutama nastar, sagu keju, serta choco London.
Menurutnya, terdapat lebih dari 20 jenis kue kering beragam harga yang ditawarkan, berkisar antaraRp75 ribu sampai Rp150 ribu untuk setiap toplessenya. Ada juga opsi istimewa dengan banderol harga sebesar Rp300 ribu.
"Ketahanan untuk produk kue kering dapat mencapai antara satu bulan hingga dua bulan. Saat ini, kami memiliki stok yang masih terbilang cukup dan proses produksinya pun tetap berjalan," jelasnya.
Selain kue kering, Nyonya Manna juga menghadirkan 20 varian kue basah, seperti lapis susu, brownies, bolu dan lainnya. Produksi kue basah pun tak kalah ramai, dengan jumlah produksi mencapai 1.000 kotak brownies, 7.000 bolu dan ribuan lapis susu.
"Berdasarkan penjualan kue lembut kami, produk unggulan kami ialah lapis susu dengan harga dimulai dari Rp50 ribu serta brownies senilai Rp100 ribu. Kami juga memiliki bolu yang didistribusikan langsung ke berbagai toko di pasar," ungkap Ai Wen.
Bukan hanya variasi kue kering dan basah, Nyonya Mana juga menawarkan pilihan hampers untuk pelanggan dengan banyak opsi yang berbeda.
Selaku UMKM yang sudah eksis selama 15 tahun, Nyonia Manna tetap menjaga standar mutu barang serta kebahagiaan konsumen. (t3)
Komentar
Posting Komentar