Pengelola Wisata Bali Siapkan Suguhan Spesial untuk Tamu Lebaran

UbiNews , DENPASAR - Destinasi wisata di Bali mulai melakukan persiapan untuk menyambut kunjungan wisatawan domestik yang diproyeksi akan meningkat selama libur Lebaran.

Persiapan yang dilakukan mulai dari penataan destinasi atau Daya Tarik Wisata (DTW), persiapan atraksi budaya yang akan ditampilkan di depan pengunjung.

Salah satu DTW yang sedang dipersiapkan dan menjadi unggulan Bali adalah DTW Desa Penglipuran.

Occupancy Hotel di Bali Diperkirakan Meningkat hingga 77% Selama Waktu Lebaran

Desa paling bersih di Bali ini senantiasa menjadi primadona bagi turis lokal ketika musim liburan tiba, hal tersebut tampak dari jumlah pengunjung yang menembus angka 1 juta orang pada tahun 2024 dan mayoritas merupakan wisatawan dalam negeri.

Wayan Sumiarsa, Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran, menyebutkan bahwa mereka sudah mengambil beberapa langkah persiapan untuk menjamin ketenangan dan kebahagiaan para pengunjung yang tiba di sana.

: Perahu Terbalik di Laut Sayang Heulang Garut, 1 Nelayan Menghilang

"Kami bertujuan untuk menyajikan pengalaman paling memuaskan bagi para pelancong yang mengunjungi Penglipuran, terlebih saat momen Hari Raya Idul Fitri. Sejumlah tampilan budaya serta aktivitas unik sudah disiapkan sehingga turis bisa mengeksplor langsung keragaman adat istiadat Bali," ungkap Wayan Sumiarsa di hadapan pers pada hari Kamis (27/3/2025).

Satu acara yang akan diadakan adalah pertunjukkan Barong Macan, yaitu seni tradisional dengan nilai signifikan dalam kebudayaan Bali.

: Strategi Huawei di Balik Inovasi Smartphone Lipat Terbaru

Barong Macan menggambarkan keseimbangan antara kebaikan (Dharma) dan kejahatan (Adharma) serta mengajarkan pentingnya menjaga harmoni dengan alam.

Akan ada pertunjukan di Hutan Bambu Desa Penglipuran dari tanggal 30 Maret sampai 6 April 2025 pada pukul 11:00 WITA yang memberikan nuansa mistik untuk semua penggemar.

Wisatawan pun bisa merasakan akomodasi di kawasan desa melalui paket istimewa yang menyertakan santapan malam ala tradisional di jalanan utama Desa Penglipuran.

Kesan desa tradisional yang damai dan terpencil dari kebisingan kota besar akan membawa kedamaian serta petualangan murni untuk setiap pengunjung.

"Kami berusaha menyajikan pengalaman unik untuk para tamu, tempat mereka bukan cuma bermalam, tapi juga dapat mengeksplorasi kehidupan sehari-hari warga Penglipuran yang kental akan warisan budaya serta adat keturunan," jelas Wayan Sumiarsa.

Tidak hanya itu, wisatawan juga dapat mengenakan busana adat Bali yang disewakan oleh masyarakat setempat.

Ini bukan saja menarik bagi turis namun juga membantu dalam menjaga kelangsungan industri pariwisata dan memperbaiki ekonomi di daerah setempat.

Sumiarsa pun telah mengatur sebuah area hutan bambu di Penglipuran sebesar 45 hektare agar dapat dinikmati oleh para wisatawan. Tempat berwarna hijau ini merupakan magnet utama yang memperlihatkan kebijaksanaan setempat dalam merawat keserasian antara alam dan adat istiadat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims