Pesawat Amfibi Siap Dikembangkan oleh Pemrov Sulsel, Berencana Bangun Terminal di CPI Makassar
UbiNews, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) telah mempertimbangkan ide untuk mengembangkan proyek seaplane.
Seaplane atau pesawat amfibi merupakan alat terbang yang berkapabilitas untuk mendarat, mengambang, serta take off dari permukaan air.
Pesawat ini memiliki bentuk badan mirip perahu, serta disebut pula sebagai pesawat laut.
Pesawat amfibi perlu mempunyai kapabilitas mengapung yang cukup agar dapat berada di permukaan air dan juga dilengkapi dengan struktur penyangga beban yang mampu mendukung bobotnya ketika melaju di atas permukaan air hingga kecepatannya setara dengan kecepatan penerbangan.
Pesawat ini juga harus mampu lepas landas dan mendarat dengan stabilitas dan kendali yang cukup dari pilot.
Strukturnya harus cukup kuat untuk menahan guncangan saat mendarat, dan ketahanan airnya harus cukup rendah untuk memungkinkan lepas landas dalam jarak pendek.
Umumnya, pesawat ini digunakan di daerah-daerah wisata kepulauan.
Sulsel pun memiliki potensi wilayah kepulauan yang melimpah, dan Pangkep serta Selayar menjadi wilayah kepulauan yang menjadi sasaran Pemprov Sulsel.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel, Andi Erwin Terwo, mengaku bahwa kajian ini telah menjadi isu strategis.
"Tujuannya adalah untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil, termasuk area yang memiliki potensi dalam sektor wisata," ungkap Andi Erwin Terwo.
Andi Erwin Terwo mengusulkan pesawat air sebagai jawaban bagi mobilitas di daerah kepulauan, terlebih untuk meningkatkan daya tarik wisatawan.
Konstruksi pesawat air dipandang lebih hemat biaya di area kepulauan daripada membangun lapangan terbang.
"Tidak membutuhkan biaya seperti pesawat udara, apalagi harus dipikirkan bandaranya," katanya.
Seaplane hanya membutuhkan dermaga dengan kualifikasi khusus.
Koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) pun sudah dilakukan.
"Sudah ada gambaran terminalnya yang dilakukan melalui kajian KSOP di daerah CPI.
Modelnya nantinya akan berupa pesawat dengan roda serupa di terminal kontainer. Semoga sesuai dengan harapan Bapak Gubernur, mudah-mudahan kita dapat melaksanakannya dalam tahun ini," terangnya.
Pemerintah Provinsi berusaha mendapatkan pesawat yang memiliki kapasitas antara 15 sampai 17 tempat duduk untuk proyek tersebut.
Proyek seaplane pun sudah menarik perhatian Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.
Andi Sudirman menyatakan bahwa proyek tersebut memerlukan dana yang signifikan, tetapi dia akan mencoba keras supaya seaplane dapat cepat terbang di atas Sulawesi Selatan.
Layanan ini diproyeksikan memberikan manfaat besar untuk komunitas pulau dan juga mempermudah akses ke tempat wisata yang jauh dari keramaian. Direncanakan, lokasi pusat pendaratan seaplane akan berada di wilayah Center Point of Indonesia sehingga letaknya menjadi lebih dekat dengan pusat Kota Makassar, menurut Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Andi Sudirman menginginkan agar Kementerian Perhubungan bisa tetap bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan guna mensupport program tersebut.
Pesawat terbang seaplane diciptakan khusus untuk take off dan mendarat di permukaan air.
Pesawat ini umumnya dipakai untuk mengangkut orang ke wilayah terisolir, menjalankan tugas pengawasan di perairan, serta menyelenggarakan tur udara. (*)
Laporan oleh Jurnalis UbiNews, Faqih Imtiyaaz
Komentar
Posting Komentar