Profil Ray Sahetapy: Seniman Senior Indonesia yang Berkibar di Hollywood dengan Captain America
UbiNews Industri hiburan nasional kembali merasakan duka. Selain kehilangan Mat Solar beberapa hari sebelum lebaran, saat ini kita juga harus berkabung atas wafatnya Ray Sahetapy.
Aktor kawakan tersebut meninggal di usia 68 tahun setelah berjuang melawan stroke dan diabetes. Seperti apa profilnya? Simak rangkumannya berikut ini.
Menurut laporan Wartakota, Ray Sahetapy dilahirkan pada tanggal 1 Januari 1957 dengan nama lengkap Farence Raymond Sahetapy. Tempat kelahirannya adalah Donggala, yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah.
Pada tahun 1977, Ray mengejar mimpinya menjadi aktor di Jakarta. Ia berkuliah di Institut Kesenian Jakarta atau IKJ.
Di sana, ia seangkatan dengan Deddy Mizwar dan Didik Nini Thowok. Pada tahun 1981, Ray Sahetapy menikahi Dewi Yull.
Pernikahan keduanya sempat ditentang dan tak diberi restu lantaran beda agama. Saat itu, Dewi Yull beragama Islam sementara Ray Sahetapy beragama Kristen.
Walau tanpa dukungan orangtua, Ray Sahetapy dan Dewi Yull tetap melangsungkan pernikahan mereka. Pasangan ini dikaruniai empat buah hati yaitu Gizca Putri Sahetapy, Rama Putra Sahetapy, Panji Surya Sahetapy, serta Mohammad Raya Sahetapy.
Tahun 1992, Ray memilih untuk menjadi mualaf dan pernah berencana menikahi lebih dari satu wanita. Namun, kehendak tersebut diblokir sepenuhnya oleh Dewi Yull sehingga pada akhirnya dia mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya.
Pernikahan Ray Sahetapy berakhir di tahun 2004 lalu. Setelah Agustus lewat, dia kemudian mengikat janji suci kembali dengan Sri Respatini Kusumastuti pada bulan Oktober 2004.
Sri adalah ibu dari dua anak yang telah bercerai dan juga menjalankan bisnis kafe serta layanan katering. Di samping itu, dia pernah mengajar seni pertunjukan di IKJ dan memiliki gelar doktor dalam filsafat.
Sepanjang kariernya, Ray Sahetapy sudah berperan dalam banyak judul film. Salah satu yang mencolok adalah Gadis pada tahun 1980; sebuah film tempat dia bertemu dengan istrinya yang pertama, Dewi Yull.
Dia pernah berperan dalam beberapa film seperti Dukun Ilmu Hitam (1981), Cinta Semalam (1983), Hati Seorang Wanita (1984), Opera Jakarta (1985), Pesona Natalia (1986), Tatkala Mimpi (1987), Nona Manis (1990), Terowongan Casablanca (2007), Anak Ajaib (2008), The Raid (2012), dan Captain America: Civil War yang dirilis pada tahun 2016.
Saat membintangi film Captain America, adegan Ray Sahetapy dihapus. Ia berakting sebagai pemimpin lelang dan menjalani syuting di Hollywood.
“Saya senang juga membuktikan bahwa itu (akting) hasil kerja saya di sana, bahwa benar-benar syuting di sana,” ujarnya kala itu.
"Sejumlah sahabat pun menanyakan, 'Kapan proses pengambilan gambar-nya?' Namun tak apa, para pecinta Marvel pasti telah mengerti," imbuhnya, sebagaimana dilansir dari Kompas.com.
(*)
Komentar
Posting Komentar