Temukan 7 Keuntungan Menelan Buah Lebih Sering untuk Kesehatan Anda
UbiNews , Jakarta - Mengonsumsi atau makan buah Dan dengan memakan banyak sayuran terdapat berbagai macam keuntungan. Mulai dari pengurangan resiko penyakit sampai penurunan bobot tubuh. Di bawah ini adalah beberapa manfaat yang didapatkan dari konsumsi buah-buahan secara rutin seperti diambil dari Harvard .
1. Penyakit Kardiovaskular
Suatu analisis terpadu dari enam studi kohort melibatkan total 469.551 partisipan mengungkapkan bahwa konsumsi buah dan sayuran dalam jumlah besar berhubungan dengan pengurangan risiko kematian karena gangguan jantung dan pembuluh darah. Rata-rata, risiko tersebut turun sekitar 4% untuk tiap sajian lagi buah dan sayuran yang ditambahkan ke menu harian seseorang.
Semakin banyak seseorang memasukkan buah dan sayuran ke dalam dietnya setiap hari, semakin menurun risiko mereka terserang penyakit kardiovaskular. Orang-orang yang masuk dalam kelompok konsumsi buah dan sayur tertinggi (rata-rata delapan porsi atau lebih per hari) cenderung 30% kurang berisiko terhadap serangan jantung ataupun strok dibandingkan individu pada golongan asupan buah dan sayur terendah (di bawah satu setengah porsi sehari).
Walaupun hampir setiap jenis buah dan sayuran mungkin memiliki peran dalam hal ini, sayuran daun hijau, seperti selada, bayam, lobak merah, dan sawi hijau, lebih sering dikaitkan dengan pengurangan risiko masalah jantung. Sedangkan sayuran cruciferous atau silangan seperti brokoli, kembang kol, kubis, kubis Brussels, sawi putih, dan kangkong serta buah citrus seperti jeruk, lemon, limau, dan grapefruit (beserta sariannya), turut menyumbang secara signifikan.
2. Tekanan Darah
Studi Pendekatan Diet untuk Menghentikan Hipertensi (DASH)[6] menyelidiki dampak dari konsumsi makanan yang banyak berisi buah, sayuran, serta produk susu berkualitas rendah lemak terhadap tekanan darah seseorang, sambil juga membatasi asupan lemak jenuh dan total. Hasil temuan para peneliti adalah mereka yang memiliki hipertensi atau tekanan darah tinggi dan menjalani pola makan tersebut berhasil merendahkan angka tekanan darah sistoliknya sebesar kurang lebih 11 mmHg dan untuk tekanan darah diastolik mencapai hampir 6 mmHg — hasil setara seperti apa yang bisa diberikan oleh penggunaan obat-obatan.
3. Kanker
Sebuah studi oleh Farvid dan rekan-rekannya mengikuti kohort Nurses’ Health Study II yang terdiri dari 90.476 wanita premenopause selama 22 tahun dan menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi buah paling banyak selama masa remaja (sekitar 3 porsi sehari) dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi asupan paling rendah (0,5 porsi sehari) memiliki risiko 25% lebih rendah terkena kanker payudara. Farvid dan rekan-rekannya mengikuti 90.534 wanita premenopause dari Nurses’ Health Study II selama 20 tahun dan menemukan bahwa asupan serat yang lebih tinggi selama masa remaja dan awal masa dewasa dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara di kemudian hari.
Setelah menganalisis data dari 182.145 perempuan yang berpartisipasi dalam Nurses' Health Study I dan II sepanjang 30 tahun, kelompok peneliti di bawah kepemimpinan Farvid juga mendapatkan temuan bahwa konsumsi lebih dari 5,5 porsi buah dan sayur setiap harinya (khususnya sayuran cruciferous serta sayuran dengan warna kuning/oren) terbukti dapat menekan risiko penyakit kanker payudara hingga 11% dibandingkan dengan mereka yang hanya memakan 2,5 porsi atau kurang.
4. Diabetes
Studi pada lebih dari 66.000 perempuan di Nurses' Health Study, 85.104 perempuan dari Nurses' Health Study II, serta 36.173 laki-laki dari Health Professionals Follow-up Study yang tidak memiliki riwayat penyakit kronis serius tertentu mengungkapkan bahwa pengonsumsian buah segar secara signifikan berhubungan dengan peningkatan resiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah khususnya untuk buah seperti blueberry, anggur, dan apel.
5. Berat Badan
Hasil dari Penelitian Kesehatan Perawatan dan Riset Tambahan tentang Staf Kesehatan memperlihatkan bahwa laki-laki dan perempuan yang meningkatkan konsumsi buah-buahan dan sayuran sepanjang rentang waktu dua puluh empat tahun cenderung memiliki penurunan berat badan daripada orang-orang yang tetap pada jumlahnya atau justru mengurangi asupannya. Jenis-jenis buah seperti blueberry, stroberi, apel, pir, kedelai, serta brokoli terhubung dengan pengurangan bobot tubuh; sedangkan jenis sayuran seperti ubi, jagung, dan kacang polong dipandang berkorelasi dengan pertambahan massa tubuh. Penting untuk ditekankan bahwa hanya karena Anda menambahkan lebih banyak bahan ini ke dalam diet Anda saja belum tentu akan mendukung proses penurunan berat badan kecuali jika itu digunakan sebagai substitusi bagi makanan lain seperti roti putih dan kraker yang merupakan karbohidrat olahan.
6. Kesehatan Gastrointestinal
Buah-buahan serta sayuran kaya serat akan menyerap air lalu membesar ketika melalui jalur pencernaan. Fungsinya adalah untuk meredakan tanda-tanda peradangan pada usus besar dengan mendukung aktivitas buang air secara rutin. Keuntungan tambahan dari hal tersebut bisa jadi meredakan ataupun mencegah konstipasi. Selain itu, sifat serat tak larut berperan penting karena mengurangi tekanan dalam saluran usus dan dapat membantu mencegah penyakit divertikulosis.
7. Penglihatan
Mengonsumsi atau makan buah dan sayur-sayuran juga dapat menjaga kesehatan mata Anda, dan dapat membantu mencegah dua penyakit mata umum yang berhubungan dengan penuaan atau katarak. Juga degenerasi makula yang menyerang jutaan orang Amerika yang berusia di atas 65 tahun.
HSPH.HARVARD.EDU
Komentar
Posting Komentar