Tips Terbaik Memilih Power Bank untuk Melindungi Gadget Anda dari Kerusakan
UbiNews - Power bank kini menjadi salah satu barang wajib yang mesi dibawa saat berpergian atau traveling . Karena power bank menyediakan kita dengan cara mudah untuk mengecas beragam perangkat gadgets secara portable.
Namun, memilih power bank Juga tidak boleh asal pilih. Karena bila memilih dengan keliru, power bank Justru dapat menyebabkan baterai ponsel rusak lebih cepat atau malahan mengancam keamanan.
Misalnya, jika membeli power bank Murah namun berkualitas buruk, alat ini bisa mengakibatkansuhu ekstra tinggi, arus yang tak menentu, hingga bahaya pendek sirkuit.
Agar gadget Tetap aman dan baterainya tahan lama, berikut ada beberapa ciri power bank yang harus dijauhi beserta saran cara memilih power bank yang aman dan sesuai kebutuhan.
Indikasi power bank tidak aman atau tidak sesuai spesifikasi adalah sebagai berikut: gadget
1. Handphone menjadi panas dengan cepat ketika di cas.
Apabila telepon genggammu terasa begitu panas ketika dicharge menggunakan power bank, jelas bahwa perangkat itu mungkin kurang memiliki fitur proteksi arus yang memadai.
2. Belum mendapatkan sertifikat keamanan
Hindari power bank tanpa sertifikasi keamanan seperti UL, CE, atau FCC, karena berisiko mengalami korsleting atau bahkan menyebabkan kebakaran.
UL (Underwriters Laboratories) adalah standar keamanan Amerika Serikat. Produk yang mendapatkan sertifikasi UL telah melalui berbagai uji coba untuk memastikan tidak mudah mengalami korsleting, panas berlebih, atau meledak saat digunakan.
Meskipun demikian, CE (Conformité Européenne) merupakan persyaratan keamanan wajib di negara-negara Eropa. Barang dengan logo CE sudah melewati pengujian dan dipastikan aman untuk digunakan di wilayah Uni Eropa.
Kemudian, FCC (Federal Communications Commission) adalah sertifikasi dari badan regulator Amerika Serikat yang memastikan bahwa produk elektronik, termasuk power bank, tidak mengganggu frekuensi atau sinyal elektronik lainnya.
Cara mengetahui apakah power bank memiliki sertifikasi keamanan adalh adalah dengan melihat logo/kode "UL", "CE", dan "FCC" pada kemasan atau bodi power bank.
3. Bukan PD (Power Delivery) charger
Power bank yang kurang menggunakan teknologi Power Delivery (PD) ataupun Quick Charge 3.0 umumnya menyediakan aliran listrik yang tak konsisten dan berpotensi merusak baterai smartphone dalam waktu lama.
Bagaimana cara mudah mengenali power bank yang mendukung teknologi PD atau QC 3.0?
- Terdapat label "PD" ataupun "QC 3.0" pada kotak produk tersebut.
- Minimal output dayanya harus 18W (periksa spesifikasinya tentang volt dan ampere).
- Port USB-C untuk PD, serta port USB-A yang berwarna hijau/oren untuk QC
- Menyokong berbagai tegangan input (seperti misalnya 5V/3A, 9V/2A, 12V/1.5A, dll.)
Saran untuk membeli power bank dengan aman
Apabila Anda merasa bahwa power bank yang sedang digunakan tidak sesuai kebutuhan, berikut adalah beberapa saran aman dalam memilih power bank baru:
- Periksa apakah terdapat logo sertifikasi keamanan UL, CE, atau FCC di badan atau kotak paket power bank tersebut.
- Pembelian harus dilakukan pada merek yang sudah dipercayai serta pastikan untuk menghindari barang-barang yang tidak memiliki detail informasi dengan jelas.
- Cek review pengguna sebelum membeli untuk memastikan kualitasnya.
- Hindari power bank dengan harga terlalu murah, karena bisa jadi menggunakan baterai berkualitas rendah.
- Ada tulisan "PD" atau "QC 3.0" di kemasan
- Mendukung Port USB-C untuk PD, dan port USB-A berwarna hijau/oranye untuk QC
- Output daya seperti 18W, 25W, 30W, 45W, 65W, hingga 100W
- Mendukung multi-voltage (misalnya 5V/3A, 9V/2A, 12V/1.5A, dst.)
- Apabila Anda kerap melakukan perjalanan, pililhlah power bank yang compact dan lightweight sehingga memudahkan dalam membawanya. Tetapi, kebanyakan power bank dengan kapasitas tinggi cenderung memiliki bobot yang lebih berat.
Oleh karena itu, jangan asal membeli power bank cuma karena harganya terjangkau. Penting untuk mengecek apakah produk tersebut telah mendapatkan sertifikat resmi serta cocok dengan sistem charging smartphone Anda supaya perangkat selalu dalam keadaan aman dan usia baterainya menjadi lebih bertahan lama, seperti dikumpulkan KompasTekno dari GizmoChina, Jumat (28/3/2025).
Komentar
Posting Komentar