Trump Luncurkan Perang Dagang Besok, China, Jepang, dan Korsel Siapkan Strategi Balasan
Presiden Donald Trump akan segera merilis keputusan terbarunya tentang perang perdagangan pada hari Rabu (2/4). Tindakan ini mendapatkan respon dari tiga negara lainnya yang bersiap untuk berkonsultasi dalam menanggapi ancaman dari presiden Amerika Serikat tersebut.
Tiga negara tersebut adalah China, Jepang, dan Korea Selatan. Akun bernama Yuyuan Tantian, yang berhubungan dengan televisi di China (CCTV), mengungkapkan melalui unggahan di Weibo bahwa para menteri perdagangan dari ketiganya telah bertemu guna mempercepat diskusi seputar perjanjian kerja sama perdagangan bebas agar dapat meningkatkan kelancaran perdagangan baik secara regional maupun global.
Perjanjian itu signifikan lantaran Jepang serta Korea Selatan bergantung pada impor bahan baku semikonduktor dari China. Di sisi lain, Tiongkok turut berminat dalam pembelian barang-barang tersebut. chip Dari Jepang dan Korea Selatan, terungkap oleh akun bernama Yuyuan Tantian, melalui unggahan di Weibo.
Ketika diminta berkomentar tentang perjanjian yang disebut-sebut, juru bicara dari Kementerian Perdagangan Korea Selatan mengungkapkan bahwa laporannya dianggap terlalu dibesar-besarkan. Menurut mereka, pertemuan tiga pihak ini hanyalah untuk menukar pandangan seputar perdagangan internasional.
"Pertukaran pandangan terjadi di antara ketiganya mengenai iklim perdagangan global. Seperti yang bisa Anda amati pada pernyataan bersama mereka, mereka memiliki kesepakatan soal pentingnya meneruskan kolaborasi ekonomi serta dagang," ungkap Jurubicara Kementerian Perdagangan Korea Selatan tersebut dilansir dari sumber tersebut. Reuters , Selasa (1/4).
Pada saat yang sama, Kementerian Luar Negeri Jepang menyangkal adanya berita mengenai pertemuannya dengan China dan Korea Selatan. Beredarnya informasi tentang pertemuan tiga negara tersebut semakin memicu spekulasi lantaran sebelumnya hubungan perdagangan antara Jepang dan Korea Selatan lebih dekat ke Amerika Serikat.
Sejak terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat pada Januari 2025, Trump telah menggalakkan diskusi tentang perang dagang. Tidak hanya Cina, Kanada, dan Meksiko yang bakal dikenai bea masuk tinggi oleh AS, tetapi Trump juga berniat menerapkan aturan serupa kepada negara-negara lain, seperti halnya dengan Rusia. Negara tersebut telah menyatakan bahwa mereka akan menetapkan tarif impor tambahan mencapai 50 persen untuk negara-negara yang melakukan impor minyak darinya.
Komentar
Posting Komentar