Ukraina dan AS Diskusikan Rincian Perjanjian Mineral
UbiNews.CO.ID, JAKARTA - Pada hari Selasa (1/4/2025), Ukraina mengumumkan bahwa mereka sudah melakukan pembicaraan awal bersama Amerika Serikat tentang rancangan perjanjian baru terkait mineral yang ada antar kedua negara tersebut. Rencana ini sebenarnya berasal dari pihak AS.
Menteri Urusan Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menyampaikan bahwa Kiev sudah mendapatkan rincian kesepakatan lebih lanjut antara AS terkait sumber daya alam pada tanggal 28 Maret. "Saya ingin memberitahu Anda semua bahwa kita telah mulai diskusi resmi dengan pihak Amerika tentang konten perjanjian ini," ungkap Sybiha saat jumpa pers beriringan dengan rekannya dari Lithuania, Kestutis Budrys, di pusat pemerintahan Kiev.
Sybiha menyebutkan bahwa sesi konsultasi sudah berlangsung, namun dia enggan membahas isi pertemuan itu lebih jauh. "Para pejabat dari Ukraine sangat berniat untuk merampungkan dokumen yang nantinya dapat mencapai tujuan kedua negara yakni Amerika Serikat dan Ukraine," ujarnya.
Menurutnya, konten perjanjian itu akan membantu dalam membangun struktur pertahanan negerinya. "Kita akan berkolaborasi dengan mitra kita dari Amerika Serikat guna merumuskan persetujuan yang saling bisa disetujui dan kemudian ditanda tangani," imbuhnya.
Pada tanggal 28 Maret, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa Kiev sudah secara resmi menerima proposal terbaru dari Amerika Serikat tentang perjanjian yang menyangkut mineral vital. Awalnya, naskah tersebut direncanakan untuk ditandatangi saat kunjungan Zelenskyy ke Gedung Putih pada 28 Februari lalu.
Namun, pertemuan itu gagal ketika Presiden AS Donald Trump terlibar dalam perseteruan dengan Wakil Presiden JD Vance serta Zelenskyy. Dalam situasi tersebut, Zelenskyy dianggap tak menunjukkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan Amerika Serikat selama bertahun-tahun.
Komentar
Posting Komentar