Zelenskyy Siapkan Pembahasan tentang Kedatangan Pasukan Asing di Ukraina

UbiNews.CO.ID, MOSKOV -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa pertemuan gabungan antara negara-negara yang berencana mengirim pasukan militernya ke Ukraina akan diadakan pada hari Jumat (4/4). Diskusi awal ini akan dimulai dalam kelompok kecil terlebih dulu.

"Rapat akan diadakan pada hari Jumat. Pertemuan itu bakal jadi kumpulannya para tentaranya berbagai negara, dengan jumlah peserta terbatas, yang bersiap untuk mengerahkan pasukan mereka," ungkap Presiden Ukraina saat memberikan suatu wawancara, Selasa (1/4).

"Ada perwakilan dari tentara darat, tentara udara, dan tentara laut. Ini akan jadi pertemuan mendalam pertam kali mereka bertemu," katanya.

Dia menyebutkan bahwa pertemuan itu bertujuan untuk menguraikan dan mendetailkan rencana penyeberangan pasukan luar ke Ukraina.

"Sangat penting agar hal itu tetap didasari oleh usul dari pihak Ukraina," ungkap Zelenskyy, menyatakan tambahanannya.

Pada Senin (31/3), pihak berwenang di Britania Raya mengumumkan bahwa para pemimpin militer dari Britania Raya, Prancis, serta Ukraina akan bertemu dalam waktu dekat ini guna mendiskusikan "perencanaan detail" tentang sistem keamanan jangka panjang bagi Kiev.

Saat ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang telah menyelenggarakan konferensi tentang rencana dukungan militer dan keamanan bagi Ukraina pada tanggal 27 Maret, menegaskan bahwa beberapa negara berencana mengirim pasukan mereka ke Ukraina dengan fungsi "sebagai penghalang".

Mengacu pada pernyataan Macron, upaya yang dilakukan oleh Britania Raya dan Prancis tidak akan membatalkan atau menggantikan peranan milisi Ukraina ataupun berfungsi sebagai pasukan pemelihara damai di negeri itu. Alasan dibalik pengiriman tentara asing ke pos-pos penting di wilayah Ukraina ini bertujuan untuk memberikan tekanan kepada Rusia.

Sekitar tanggal 11 Maret, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa ide tentang mengirim pasukan pemantau konflik ke Ukraina adalah cara untuk melindungi pemerintah di sana.

Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin, menyebut bahwa pasukan penjaga perdamaian hanya dapat di_deploy_ jika mendapatkan persetujuan dari seluruh pihak yang terlibat. Dia juga menilai bahwa saat ini belum tepat untuk membahas tentang pengiriman pasukan itu ke Ukraina.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protest Erupts: Demonstrators Storm Education Ministry, Call for FUOYE VC's Suspension Over Sexual Harassment Claims